Wagub NTT Tinjau Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Ditargetkan Beroperasi Dua Hari

1 hari yang lalu 5
Wagub NTT Tinjau Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Ditargetkan Beroperasi Dua Hari Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meninjau persiapan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Ruteng.(Dok.Humas Pemprov NTT)

WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meninjau persiapan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/8). Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga pelayanan kesehatan bagi penduduk setelah RSUD Ruteng mengalami kerusakan akibat gempa.

Johni mengatakan sekitar 75 persen akomodasi RSUD Ruteng mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan. Kondisi itu membikin sebagian besar pasien kudu dirawat di luar gedung rumah sakit, sementara ruang ICU tetap dapat difungsikan.

“Karena itu sekarang dari RSUD dan RS Soetomo Surabaya sudah tiba di sini. Mereka bekerja secara terpadu bersama-sama membangun tenda-tenda nan nantinya bakal digunakan sebagai tempat perawatan pasien rawat inap. Jadi, ini menjadi rumah sakit lapangan di Stadion Ruteng,” kata Johni.

Tim RSUD Dr Soetomo Surabaya berbareng tenaga kesehatan setempat sekarang menyiapkan sejumlah akomodasi di letak rumah sakit lapangan. Pemerintah menargetkan akomodasi tersebut dapat digunakan dalam satu hingga dua hari. “Dalam satu-dua hari ini, insyaallah sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Johni menyebut kesiapan tenaga medis secara umum tetap mencukupi. Namun, pemerintah tetap memerlukan tambahan master ahli dan tenaga mahir untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi korban gempa.

Selain tenaga kesehatan, kebutuhan mendesak lainnya meliputi genset, akomodasi mandi, cuci, kakus (MCK), serta pasokan air bersih.

“Tenaga medis tetap mencukupi, tetapi kita memerlukan beberapa tenaga ahli dan tenaga ahli, termasuk beragam perlengkapan dan logistik pendukung. Genset, MCK, dan air bersih sangat dibutuhkan di sini,” katanya.

Pembangunan rumah sakit lapangan menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi NTT berbareng pemerintah wilayah dan beragam pihak untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat terdampak gempa.

KORBAN MENINGGAL

Berdasarkan laporan terakhir akibat gempa di Kabupaten Manggarai, sebanyak 26 orang meninggal bumi dan 119 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka, 31 orang mengalami luka berat dan 88 lainnya luka ringan. Sebanyak 6.487 penduduk tetap mengungsi akibat musibah tersebut.

Gempa juga menyebabkan 1.983 rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 1.597 rumah rusak berat, 263 rusak sedang, dan 123 rusak ringan. Kerusakan turut terjadi pada akomodasi pendidikan. Sebanyak 104 satuan pendidikan terdampak dan seluruhnya masuk kategori rusak berat.

Sementara itu, sebanyak 39 akomodasi kesehatan mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 30 unit rusak berat dan sembilan unit rusak sedang. Kerusakan juga tercatat pada 12 akomodasi pemerintahan dan 12 akomodasi umum. (E-2)

Selengkapnya