Wali Kota Bekasi Targetkan PSEL Bantargebang Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan

17 jam yang lalu 1
Wali Kota Bekasi Targetkan PSEL Bantargebang Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendampingi Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam ground breaking pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Rabu (26/8).(Dok. Humas Pemkot Bekasi)

PEMERINTAH Kota Bekasi resmi memulai pembangunan akomodasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di area Bantargebang, Rabu (26/8). Proyek ini diproyeksikan menjadi titik kembali transformasi Bantargebang dari sekadar tempat pembuangan sampah menjadi pusat penemuan lingkungan dan industri hijau.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyatakan bahwa ground breaking ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem nan ramah lingkungan sekaligus berbobot ekonomi. Ia berambisi wajah Bantargebang ke depan bakal dikenal sebagai penghasil daya baru bagi masyarakat.

“Bantargebang sudah lama menjadi tempat sampah. Hari ini kita mulai menjadikannya tempat lahirnya energi. Harapan ke depan, area ini menjadi pusat penemuan lingkungan nan membawa peningkatan ekonomi,” ujar Tri dalam keterangannya.

Fasilitas PSEL ini dirancang mempunyai kapabilitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Kehadirannya diharapkan bisa mengurangi beban sampah nan selama ini menumpuk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara signifikan.

Meski demikian, Tri mengingatkan bahwa teknologi PSEL bukan solusi tunggal. Dengan total timbulan sampah harian, tetap terdapat sisa sekitar 300 ton sampah nan belum terakomodasi oleh akomodasi ini. Hal tersebut menjadi tantangan nan kudu diselesaikan melalui kerjasama lintas sektor.

“PSEL ini kapasitasnya 1.500 ton per hari. Artinya, tetap ada PR sekitar 300 ton setiap harinya. Ini nan kudu kita selesaikan bersama, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, mulai dari skala rumah tangga hingga pusat perbelanjaan. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memisahkan sampah organik dan anorganik adalah kunci keberhasilan pengelolaan sampah nan berkelanjutan.

Tri berambisi kehadiran PSEL menjadi momentum untuk membangun kesadaran baru bahwa sampah mempunyai potensi besar jika dikelola dengan tepat. Transformasi ini diharapkan bisa mewujudkan ekosistem industri hijau nan melibatkan pemerintah, bumi usaha, dan masyarakat secara terintegrasi. (Z-10)

Selengkapnya