Wali Kota Kupang Naik Ring, Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

1 hari yang lalu 4
Wali Kota Kupang Naik Ring, Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo naik ring dalam laga ekshibisi untuk menggalang bantuan bagi masyarakat korban gempa di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) Jumat (21/8/2026) malam.(Dok Pemkot Kupang)

WALI Kota Kupang dr. Christian Widodo naik ring dalam laga ekshibisi untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Christian berhadapan dengan Ketua Panitia Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026, Karel Muskanan, di Area Pameran, Kota Kupang, Jumat (21/8) malam. 

Laga ekshibisi tersebut menjadi bagian dari tindakan solidaritas untuk membantu penduduk nan tetap menghadapi akibat musibah gempa.

Sebelumnya, Christian telah menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta. Ia kemudian memanfaatkan momentum pertandingan untuk membujuk masyarakat turut menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa.

“Basodara dong tidak sendiri, ketong ada berbareng kalian. Satu pulau terguncang, satu NTT ikut merasakan,” ujar Christian saat membuka kejuaraan. 

Christian mengatakan musibah dapat mengguncang tanah, merusak bangunan, dan mengubah kehidupan masyarakat dalam hitungan detik. Namun, menurut dia, angan tidak boleh ikut runtuh.

“Bencana boleh mengguncang tanah tempat kita berpijak, tetapi satu perihal nan tidak boleh runtuh adalah angan kita bersama,” tegasnya.

Menurut Christian, kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa kudu diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, laga ekshibisi tersebut menjadi salah satu langkah untuk membujuk lebih banyak masyarakat ikut membantu penduduk Flores.

Di sela aktivitas tersebut, Christian mengapresiasi Pengurus Pertina Kota Kupang dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang nan kembali menggelar Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang.

Kejuaraan ini sempat vakum nyaris belasan tahun dan kembali diselenggarakan sejak 2025 pada masa kepemimpinan Christian berbareng Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis. 

"Ini merupakan penyelenggaraan nan kedua. Piala bergilirnya kita buat dari bahan daur ulang sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” katanya. 

Christian menilai tinju tidak sekadar berbincang tentang menang dan kalah. Olahraga tersebut, kata dia, mengajarkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, serta keahlian untuk bangkit ketika menghadapi tekanan.

“Tinju mengajarkan kita untuk jatuh dan bangkit kembali. Seorang petinju sejati tidak dinilai dari kerasnya pukulan, tetapi dari kemampuannya untuk bangkit ketika jatuh,” ujarnya.

Ia berambisi kejuaraan tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit petinju potensial nan dapat membawa nama Kota Kupang dan NTT pada beragam kejuaraan, termasuk menuju PON 2028.

Christian juga membujuk generasi muda memaknai semangat kemerdekaan sesuai tantangan zaman. Menurutnya, generasi saat ini menghadapi tantangan seperti penyalahgunaan teknologi, hoaks, narkoba, gambling online, kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.

“Perjuangan kudu kita lanjutkan. Lawannya memang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, ialah gimana kita membangun manusia nan unggul dan berkarakter,” tegasnya.

Diikuti 66 Atlet

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026 diikuti 66 atlet, terdiri atas 60 atlet putra dan enam atlet putri dari sejumlah sasana bimbingan Pertina Kota Kupang.

Para atlet bertanding dalam kategori U-12, U-14, U-16, U-18, dan U-36. Para juara mendapatkan bingkisan Rp500 ribu untuk juara pertama, Rp350 ribu untuk juara kedua, dan Rp200 ribu untuk juara ketiga, serta piagam penghargaan.

Untuk pertama kalinya, Piala Wali Kota Kupang diperebutkan sebagai piala bergilir. Trofi tersebut dibuat dari bahan daur ulang berasas buahpikiran Wali Kota sebagai bagian dari pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi kembali bergeliatnya olahraga tinju di Kota Kupang. Menurutnya, support Pemerintah Kota Kupang menjadi sinyal krusial bagi keberlanjutan pembinaan atlet.

Sementara itu, Ketua Panitia, Karel Muskanan, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa hormat 2022–2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.

Karel menegaskan, semangat kemanusiaan untuk membantu masyarakat Flores nan terdampak gempa menjadi bagian krusial dalam penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026. (PO/E-4)

Selengkapnya