Wali Kota Sorong Letakkan Batu Pertama Pusat Pelatihan GKI di Tanah Papua

1 jam yang lalu 5
Wali Kota Sorong Letakkan Batu Pertama Pusat Pelatihan GKI di Tanah Papua Wali Kota Sorong Septinus Lobat meletakkan batu pertama pembangunan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Gereja Kristen Injili (GKI).(MI/Martinus Solo)

WALI Kota Sorong Septinus Lobat meletakkan batu pertama pembangunan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua di Jalan Kapitan Pattimura, Tanjung Saoka, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (11/8).

Septinus juga dipercaya menjadi Ketua Pembangunan Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPR Kota Sorong Jhon Lewerissa, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, Kajari Sorong Frenki Son Laku, personil DPR Kota Sorong, para pendeta se-Papua Barat Daya, serta ketua organisasi perangkat wilayah (OPD).

Pusat Pelatihan dan Pembinaan GKI di Tanah Papua dibangun sebagai akomodasi training dan pembinaan bagi pendeta, hamba Tuhan, serta jemaat. Pembangunan akomodasi tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia nan berdasarkan ketaatan dan nilai-nilai keagamaan.

Pusat training tersebut berdiri di atas lahan sekitar 4,3 hektare di area Gerbang Saoka, Jalan Kapitan Pattimura. Fasilitas nan direncanakan meliputi pagar keliling, tiga unit gapura, gedung aula berkapasitas 500 orang, enam unit resort dan akomodasi umum, wedding chapel, jetty, taman doa, sport center, serta playground. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp56,7 miliar.

Dalam aktivitas peletakan batu pertama, panitia menetapkan nama akomodasi tersebut sebagai Pusat Pelatihan dan Pembinaan Pendeta Andrikus Mofu.

Septinus mengatakan pembangunan pusat training tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan gereja sekaligus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di Tanah Papua.

"Pembangunan pusat training dan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan faedah bagi pengembangan pelayanan gereja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua," kata Septinus.

Peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan akomodasi nan nantinya digunakan untuk beragam aktivitas training dan pembinaan GKI di Tanah Papua. (E-2)

Selengkapnya