Warga Dapat Rp 4-16 Juta, Pemerintah Ini Kucurkan Bansos untuk Belanja

58 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura bakal menyalurkan paket support sosial (bansos) senilai S$900 juta (sekitar Rp11,61 T) untuk membantu rumah tangga dan pelaku upaya dalam waktu dekat. Ini dilakukan untuk meringankan beban penduduk terutama dalam menghadapi akibat bersambung dari tingginya nilai daya akibat ketidakpastian di Timur Tengah.

Bantuan tersebut mencakup voucher CDC sebesar S$300 (sekitar Rp 4 juta) untuk setiap rumah tangga, serta tambahan potongan tagihan utilitas pada Oktober 2026 dan Januari 2027 guna mengimbangi kenaikan biaya listrik. Hal itu diumumkan Menteri Kedua Keuangan sekaligus Menteri Perhubungan Singapura, Jeffrey Siow, sebagaimana dimuat Strait Times, Kamis (30/7/2026).

Langkah lain nan diumumkan meliputi hibah tunai minimal S$500 (Rp 6,5 juta) bagi setiap upaya mini dan menengah (UKM/SME) nan mempekerjakan setidaknya satu pekerja lokal. Akan ada juga support sewa hingga S$1.200(15,6 juta) bagi pedagang di pusat jajanan dan pasar.

"Dunia telah terhindar dari skenario terburuk berupa eskalasi bentrok lebih lanjut dan gangguan besar terhadap pelayaran di Teluk Persia," katanya sebagaimana dikutip laman Singapura itu.

"Namun, situasi tetap rentan dan gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap susah diwujudkan," jelasnya.

Pemerintah Singapura juga memperkirakan nilai daya dunia bakal tetap tinggi, nan bakal berakibat pada kenaikan biaya bensin, solar, listrik, dan sejumlah peralatan impor. Meski ekonomi Singapura tampil lebih baik dari perkiraan, Siow mengatakan pertumbuhannya belum merata.

Ekonomi Singapura tumbuh 6,3% pada kuartal I 2026, sementara perkiraan awal menunjukkan pertumbuhan 5,7% pada kuartal II. Menurut Siow, keahlian tersebut didorong oleh kuatnya investasi di bagian kepintaran buatan (AI), dan momentum itu diharapkan terus berlanjut.

"Namun, pelaku upaya nan sangat berjuntai pada rantai pasok dan daya menghadapi tekanan biaya nan lebih besar, terutama UKM," tambah laporan mengutip Siow.

Hal sama juga dikatakan FB Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. Ia mengatakan pemerintah meluncurkan paket support kedua lantaran situasi di Timur Tengah tetap bergolak dan dampaknya tetap dirasakan di dalam negeri.

"Langkah-langkah ini melengkapi support nan telah kami berikan sebelumnya, dan saya berambisi dapat memberikan kepercayaan lebih besar kepada penduduk Singapura saat menghadapi masa penuh ketidakpastian ini bersama-sama," ujarnya.

Sebelumnya pada 27 Juli, Monetary Authority of Singapore (MAS) juga meningkatkan laju apresiasi dolar Singapura untuk menekan inflasi. MAS memperkirakan biaya impor Singapura tetap bakal meningkat dalam beberapa kuartal mendatang.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya