Warga RI "Ogah-ohagan" Servis Kendaraan, Ternyata Ini Penyebabnya

4 hari yang lalu 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan nilai komponen kendaraan dalam beberapa waktu terakhir rupanya tidak hanya dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Industri menilai persoalan pasokan bahan baku justru menjadi penyebab utama meningkatnya biaya produksi.

Di sisi lain, terjadi tren perubahan di konsumen nan condong menahan alias menunda pengeluaran tertentu.

Gangguan pasokan membikin nilai beragam material terus bergerak naik. Kondisi tersebut terjadi ketika permintaan tetap tetap ada, sementara kesiapan bahan baku semakin terbatas sehingga memicu kenaikan nilai di tingkat produsen.

"Faktor utamanya sebenarnya kelangkaan bahan baku. Kalau demand tetap tetapi supply berkurang otomatis nilai naik lantaran terjadi rebutan bahan baku. Itu pemicu awal kenaikan harga," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Sebagian besar kebutuhan bahan baku industri komponen otomotif tetap berasal dari impor. Akibatnya, pelemahan rupiah turut memperbesar biaya produksi nan kudu ditanggung perusahaan.

Ditambah aspek geopolitik memberikan akibat lanjutan terhadap perekonomian masyarakat. Kenaikan biaya hidup membikin sebagian konsumen mulai menahan shopping nan dianggap belum menjadi kebutuhan utama.

"Yang kedua pelemahan rupiah lantaran bahan baku industri ini kebanyakan tetap impor. Itu nan menyebabkan biaya produksi naik," ujarnya.

Rachmad menilai perubahan perilaku konsumen juga mulai terlihat ketika nilai kebutuhan pokok maupun daya meningkat. Masyarakat bakal lebih berhati-hati mengatur pengeluaran sehingga shopping komponen otomotif ikut terdampak.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri lantaran kenaikan biaya produksi terjadi berbarengan dengan potensi perlambatan permintaan dari pasar domestik.

"Misalnya BBM naik, masyarakat bakal lebih mengutamakan biaya transportasi. Kalau nilai servis alias spare part naik, mereka bisa memilih menunda dulu. Itu nan sangat berpengaruh terhadap industri," katanya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya