Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kolom abu(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hp.)
WARGA di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan gangguan pernafasan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurut penduduk abu tersebut terbawa angin dan dirasakan masyarakat setempat hingga tiga hari.
Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tejang, Pulau Sebesi, Riko Iswanto menyampaikan masyarakat sudah banyak mengeluhkan gangguan pernafasan akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
"Sudah banyak penduduk di sini mengeluhkan abu vulkanik," ujar dia di Lampung Selatan, Selasa (18/8).
Masyarakat sekitar diimbau untuk menggunakan masker agar tidak mengalami gangguan pernafasan akibat debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat selama beberapa hari terakhir. Gunung nan berada di perairan Selat Sunda tersebut mengalami 20 kali erupsi dalam sehari, Senin (17/8).
Kolom erupsi tertinggi dilaporkan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak alias 557 meter di atas permukaan laut.
Material abu kemudian dapat terbawa angin dan berakibat ke wilayah di sekitar gunung. Adapun Pulau Sebesi merupakan salah satu wilayah nan lokasinya dekat dengan Gunung Anak Krakatau. (Ant/H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·