Capacity Building Media Mitra di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Senin (3/8/2026).(MI/M Taufan SP Bustan)
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Langkah ini bermaksud meningkatkan literasi mengenai karakter keaslian, langkah merawat, hingga sistem penukaran uang.
Pelaksana Senior KPwBI Sulawesi Tengah, Khairul Rozeki, menyampaikan materi ini dalam aktivitas Capacity Building Media Mitra di Ampana, Kabupaten Tojo Unauna, Senin (3/8).
Khairul menegaskan pihaknya terus memperkuat sinergi kampanye CBP Rupiah. Upaya ini membantu masyarakat memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus mencegah peredaran uang palsu.
Ia mengungkapkan masyarakat tetap sering keliru saat memeriksa keaslian duit memakai sinar ultraviolet (UV). Banyak penduduk hanya berpatokan pada satu titik nan menyala. Padahal, langkah tersebut belum cukup memastikan keaslian uang.
“Pelaku kejahatan kerap memalsukan duit memakai tinta spidol tertentu agar bercahaya di bawah lampu UV. Namun, pendaran tersebut tidak presisi. Kami terus mengedukasi masyarakat tentang penggunaan sinar UV nan benar,” ujar Khairul.
Khairul menjelaskan Rupiah original mempunyai unsur pengaman unik nan memendar presisi di bawah sinar UV. Angka nominal di bagian belakang duit bakal terlihat bercahaya terang. Selain itu, tanda tangan pejabat BI dan peta Indonesia memendar secara sempurna.
Selain mengecek keaslian, BI mengampanyekan aktivitas Merawat Rupiah melalui metode 5J. Maksud 5J ialah jangan dibasahi, jangan dicoret, jangan distapler, jangan dilipat, dan jangan diremas. Gerakan ini menjaga kualitas bentuk duit agar masa edarnya lebih panjang.
Khairul juga mengimbau masyarakat menukarkan duit rusak melalui jasa resmi Bank Indonesia. KPwBI Sulawesi Tengah melayani penukaran duit setiap hari Selasa dan Kamis.
Masyarakat wajib mendaftar lebih dulu melalui aplikasi PINTAR sebelum datang ke lokasi. Pendaftaran online ini bertindak lantaran BI membatasi kuota 15 orang per hari. Warga nan sudah mendaftar dapat menukarkan duit rusak tanpa pemisah nominal.
Melalui edukasi berkepanjangan ini, KPwBI Sulteng membujuk masyarakat menjaga kualitas uang. Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap mata duit Rupiah. (TB/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·