Wisata Sekitar Bromo Tetap Aman Dikunjungi meski Akses TNBTS Ditutup

1 jam yang lalu 4
Wisata Sekitar Bromo Tetap Aman Dikunjungi meski Akses TNBTS Ditutup Destinasi wisata jembatan kaca Bromo nan sudah dibuka beberapa waktu lalu.(Diskominfo Kabupaten Probolinggo)

Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memastikan bahwa sejumlah lokasi wisata nan berada di sekitar area Gunung Bromo tetap dalam kondisi kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul penutupan akses masuk ke area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan bahwa meskipun empat pintu masuk resmi menuju area inti Gunung Bromo telah ditutup sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, lokasi wisata di luar area terdampak api tetap beraksi secara normal.

Destinasi Wisata nan Masih Terbuka untuk Umum

Berdasarkan pemantauan lapangan nan dilakukan oleh tim Disporapar, beberapa titik wisata strategis di wilayah Kabupaten Probolinggo dipastikan tidak terdampak oleh titik api. Destinasi tersebut antara lain:

  • Jembatan Kaca Bromo: Ikon wisata baru ini tetap kondusif dan dapat diakses oleh pengunjung.
  • Puncak Seruni Point: Lokasi nan terkenal untuk memandang mentari terbit ini tetap berada dalam area aman.
  • Terminal Wisata Seruni Point: Fasilitas pendukung di area ini tetap berfaedah normal untuk melayani wisatawan.

Heri Mulyadi menegaskan bahwa jarak antara titik api karhutla di area TNBTS dengan lokasi-lokasi wisata tersebut tetap tergolong cukup jauh. "Untuk beberapa lokasi wisata tersebut kondisi hari ini tetap kondusif dan juga tetap memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan," ujarnya di Probolinggo, Minggu (9/8/2026).

Pemantauan Intensif dan Potensi Pembatasan

Meski saat ini dinyatakan aman, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak mau lengah. Disporapar berbareng pihak mengenai terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi karhutla di lapangan. Keamanan, kenyamanan, dan ketenangan visitor menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan selanjutnya.

Heri menambahkan bahwa pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pembatasan kunjungan alias penutupan total jika situasi berubah secara signifikan. "Apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga bakal ditutup andaikan mengganggu keamanan," tegasnya.

Catatan untuk Wisatawan:

Wisatawan nan berencana berjamu ke wilayah Probolinggo disarankan untuk terus memperbarui info melalui kanal resmi pemerintah wilayah alias media sosial Disporapar Kabupaten Probolinggo guna mengantisipasi perubahan status kunjungan akibat kondisi cuaca dan karhutla.

Langkah Antisipasi Karhutla

Langkah pembatasan nan disiapkan pemerintah merupakan corak antisipasi awal untuk melindungi masyarakat dan visitor dari potensi ancaman asap maupun rambatan api. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk memastikan penanganan karhutla di area TNBTS tidak meluas ke area pemukiman alias akomodasi publik lainnya. (Ant/I-1)

Selengkapnya