ARTICLE AD BOX
Pelatih Chelsea Xabi Alonso(X @ChelseaFC)
MANAJER baru Chelsea, Xabi Alonso, akhirnya buka bunyi mengenai keputusannya menerima pinangan klub asal London Barat tersebut. Dalam konvensi pers perdananya di Stamford Bridge, Senin (13/7) waktu setempat, laki-laki berumur 44 tahun itu menegaskan bahwa pilihannya berasosiasi dengan The Blues adalah masalah momentum.
Alonso, nan mempunyai sejarah panjang berbareng Liverpool sebagai pemain, termasuk memenangkan Liga Champions 2005, menjadi sorotan lantaran tidak berlabuh di Anfield. Namun, dia menegaskan fokusnya saat ini sepenuhnya untuk tantangan di Chelsea.
"Ini soal waktu (timings). Saya berada di sini hari ini pada hari pertama saya di Stamford Bridge. Saya menantikan tantangan besar ini. Chelsea adalah salah satu klub terbesar dan saya berambisi bisa meraih kesuksesan di sini," ujar Alonso dalam wawancara berbareng BBC Sport.
Bukan Sekadar Pelatih Kepala
Alonso datang ke Chelsea sebagai manajer permanen keenam dalam empat tahun di bawah kepemilikan BlueCo nan dipimpin Todd Boehly dan Clearlake Capital. Berbeda dengan pendahulunya, Enzo Maresca dan Liam Rosenior nan menjabat sebagai 'pelatih kepala', Alonso menyandang gelar 'manajer'.
Gelar ini dianggap memberikan otoritas lebih besar, meskipun dia tetap kudu bekerja-sama dengan tim kepala olahraga nan beranggotakan lima orang dalam urusan rekrutmen pemain. Alonso menekankan pentingnya keselarasan dalam pengambilan keputusan di klub.
"Yang saya sukai adalah kami bekerja berbareng dan kami semua menjadi bagian dari keputusan nan diambil. Kami merasa bertanggung jawab atas perihal itu. Tujuannya jelas, dan bagi saya, begitulah seharusnya," tambahnya.
Membangun Tim di Sekitar Cole Palmer
Setelah musim lampau nan mengecewakan saat Chelsea finis di ranking ke-10 dan kandas menembus kejuaraan Eropa, Alonso mempunyai tugas berat untuk merombak skuad. Salah satu konsentrasi utamanya adalah memaksimalkan potensi Cole Palmer, nan secara mengejutkan tidak dipanggil ke skuad Piala Dunia Inggris.
Alonso memuji mentalitas Palmer nan tetap positif meski mengalami kekecewaan di level internasional.
"Dia adalah pemain spesial, kelas nan berbeda dengan kualitas nan berbeda. Jika kita membantunya dengan membangun tim di sekitarnya nan memungkinkan bakatnya bersinar, kita bakal lebih dekat dengan kesuksesan," tegas Alonso.
Selain Palmer, Alonso juga menyatakan keinginannya untuk mempertahankan gelandang Enzo Fernandez di tengah upaya klub merampingkan ukuran skuad.
Konteks Rivalitas dan Persahabatan
Keputusan Alonso ke Chelsea terjadi di tengah dinamika manajerial di Liga Primer Inggris. Liverpool sendiri akhirnya menunjuk Andoni Iraola sebagai pengganti Arne Slot nan dipecat setelah musim kedua tanpa trofi. Menariknya, Iraola adalah kawan masa mini Alonso dari San Sebastian dan keduanya berbagi pemasok nan sama.
Dengan kebanyakan skuad nan sudah tersedia sejak awal pramusim, Alonso mempunyai waktu lebih banyak di lapangan latihan untuk menanamkan filosofinya sebelum musim baru dimulai.
Tantangan utamanya adalah membawa kembali Chelsea ke papan atas setelah kekalahan menyakitkan dari Sunderland di hari terakhir musim lampau memastikan mereka tidakhadir dari panggung Eropa. (bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·