Zia Maulidin, pembuat konten asal Aceh.(Dok.Istimewa)
SEORANG pembuat konten dengan jutaan pengikut tidak semata mau menjadi viral. Ternyata di kembali pertumbuhan sebuah akun media sosial, terdapat proses panjang. Yaitu perlu memahami karakter audiens, menguji gagasan, mengevaluasi hasil, sekaligus beradaptasi dengan perubahan tren dan karakter platform.
Itu menjadi bagian dari perjalanan Zia Maulidin, seorang kreator konten asal Aceh nan mengembangkan akun TikTok @xxgirls02/Kosong hingga mencapai sekitar 6 juta pengikut dengan total sekitar 2,2 miliar likes. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Zia sebagai pembuat di ruang digital.
Bagi Zia, pertumbuhan akun bukanlah hasil nan datang secara instan. Ia mengawali perjalanan panjang dengan membikin konten berasas ketertarikannya terhadap musik, lirik, quotes, dan visual bernuansa emosional.
Seiring waktu, respons audiens terhadap sejumlah konten mendorongnya untuk terus mengeksplorasi konsep dan mengembangkan langkah penyajian. “Saya menyukai bagian ini lantaran media sosial memberi ruang untuk menyampaikan sesuatu melalui karya visual dan musik dengan langkah nan sederhana tetapi dapat dirasakan oleh banyak orang,” kata Zia.
Menurut Zia, proses membangun akun tak berakhir saat sebuah konten memperoleh respons tinggi. Justru, respons tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk memahami apa nan dibutuhkan dan disukai audiens.
Dijelaskan Zia, dirinya aktif mengevaluasi konten nan dibuatnya. Lalu juga memperhatikan perkembangan tren di media sosial dan mencoba beragam konsep penyajian. Pendekatan itu dilakukan agar konten nan diproduksi tetap mempunyai relevansi, ialah tidak kehilangan identitas imajinatif nan telah dibangun.
“Saya mendalami bagian tersebut dengan terus membikin dan mengevaluasi konten, memperhatikan respons audiens, mengikuti perkembangan tren di media sosial, serta mencoba beragam konsep penyajian konten,” tutur pembuat konten berdarah Aceh itu.
Bagi dirinya, sebuah tantangan paling besar menjadi pekerjaan sebagai pembuat konten ada pada keahlian menjaga konsistensi. Perubahan tren begitu sigap membikin seorang pembuat tidak cukup hanya mengandalkan konsep nan pernah berhasil.
Setiap konten mempunyai kemungkinan mendapatkan respons berbeda. Ada konten bisa memperoleh perhatian besar, tetapi ada pula karya nan hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Hal itu menurut Zia, adalah bagian dari proses belajar nan kudu dihadapi seorang kreator. “Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dan terus menghasilkan sesuatu nan relevan di tengah perkembangan media sosial nan sangat cepat,” ungkap nya.
PERUBAHAN ALGORITMA
Zia juga menyadari, perubahan algoritma dan karakter audiens menjadi aspek nan tidak boleh diabaikan. Karena itu, keahlian beradaptasi menjadi bagian krusial dari perjalanan kreatifnya.
Bagi Zia, menariknya bumi content creation justru terletak pada kemungkinan sebuah karya sederhana menjangkau banyak orang. Lalu mempunyai makna berbeda bagi setiap penonton.
Proses imajinatif tersebut dimulai dari pemilihan musik, lirik, visual, hingga gimana keseluruhan komponen tersebut disusun agar dapat diterima secara dekat oleh audiens.
“Paling menarik adalah keahlian sebuah konten sederhana untuk menjangkau banyak orang dan mempunyai makna berbeda bagi setiap penonton,” kata Zia.
Ke depan, Ia mau terus mengembangkan keahlian sebagai pembuat dan mengeksplorasi beragam proyek di bagian kreatif. Zia sendiri mau menjadikan pencapaian akun nan telah berkembang hingga jutaan pengikut, sebagai injakan untuk melangkah lebih jauh lagi.
Zia Mauliddin mau terus mengembangkan diri sebagai pembuat dan mengeksplorasi beragam proyek di bagian kreatif. “Ingin terus mengembangkan diri sebagai content creator dan membangun karya nan mempunyai identitas kuat,” ujar nya.
Menurut Zia, perkembangan akun nan telah dibangun dapat menjadi awal untuk membentuk sesuatu agar lebih besar. Dari pengalaman mengelola konten, memahami audiens, serta menghadapi perubahan tren menjadi modal krusial untuk perjalanan berikutnya.
AKTIVITAS DAN HOBI
Di luar aktivitas digital, Zia juga mempunyai sejumlah hobi, antara lain ialah olahraga alias gym, traveling, dan menikmati musik. Eksplorasi terhadap tempat baru juga menjadi salah satu aktivitas nan memberikan inspirasi bagi proses kreatifnya.
Harapannya ke depan, karya nan dihasilkan tidak hanya menggaet jumlah penonton jumlah besar. Tapi mau kontennya berefek positif dan meninggalkan kesan bagi audiens.
“Saya berambisi dapat terus berkembang sebagai content creator dan menghasilkan karya nan tak hanya mendatangkan audiens. Tetapi juga memberikan sesuatu nan positif dan berkesan,” tambah laki-laki nan sempat kuliah di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu.
Bagi Zia Mauliddin, jutaan pengikut dan miliaran likes bukan sekadar angka. Melainkan bagian dari proses panjang dalam mencoba, mengevaluasi, dan menjaga konsistensi sebagai pembuat di tengah perubahan bumi digital. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·