101 Titik Panas Kepung Bangka Belitung, BPBD Waspada Karhutla

2 hari yang lalu 2
101 Titik Panas Kepung Bangka Belitung, BPBD Waspada Karhutla Karhutla di Kepulauan Bangka Belitung.(Dok. MI)

SEBANYAK 101 titik panas (hotspot) nan diduga sebagai indikasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) mengepung enam kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (19/7).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama, mengonfirmasi bahwa berasas info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran titik panas tersebut merata di nyaris seluruh wilayah kabupaten.

Budi merinci sebaran 101 titik panas tersebut sebagai berikut:

  • Kabupaten Bangka Barat: 42 titik (terbanyak), tersebar di Kecamatan Jebus, Kelapa, Parit Tiga, Simpang Teritip, dan Tempilang.
  • Kabupaten Bangka Selatan: 15 titik, berada di Kecamatan Lepar, Payung, Pulau Besar, Toboali, dan Air Gegas.
  • Kabupaten Bangka Tengah: 14 titik, tersebar di Lubuk Besar, Namang, Simpang Katis, dan Sungai Selan.
  • Kabupaten Bangka: 12 titik, tersebar di Kecamatan Belinyu, Mendo Barat, dan Merawang.
  • Kabupaten Belitung: 10 titik, berada di Badau, Membalong, Sijuk, dan Tanjung Pandan.
  • Kabupaten Belitung Timur: 8 titik, tersebar di Dendang, Gantung, dan Manggar.

Menurut Budi, tingkat kecermatan dari 101 titik panas tersebut berada di nomor 8 dan 9, nan berfaedah indikasi kuat telah terjadi kebakaran rimba dan lahan di lapangan.

"Memang mengarah ke karhutla, apalagi tingkat akurasinya mencapai 9. Kami sudah menginstruksikan BPBD setempat untuk langsung menuju letak guna memantau sekaligus melakukan pemadaman jika ditemukan titik api," tegas Budi.

Meningkatnya jumlah titik panas nan terpantau satelit ini dipicu oleh kondisi cuaca nan sangat panas dan tiupan angin kencang seiring memasuki musim kemarau. Kondisi vegetasi nan mengering membikin lahan menjadi sangat mudah terbakar.

Pihak BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas nan dapat memicu kebakaran. "Kami meminta penduduk tidak membuka kebun dengan langkah membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok nan tetap menyala secara sembarangan," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya