12 Titik Kopdes Merah Putih di Tengah Laut, Zulhas: Bagaimana Mau Cor Semennya?

56 menit yang lalu 2
 Bagaimana Mau Cor Semennya? Menko Pangan Zulkifli Hasan(MI/Lina Herlina)

PROGRAM unggulan pemerintah, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, belum genap setahun diluncurkan, namun sudah dihantam gelombang kontroversi. 

Warganet dihebohkan dengan temuan 12 titik letak koperasi nan terpantau berada di tengah laut berasas fitur pemetaan aplikasi Simkopdes di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Dalam menanggapi polemik nan meledak di jagat maya itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan nada separuh heran mempertanyakan logika di kembali narasi tersebut.

"Ya, gimana mau bangun di tengah laut? Bagaimana mengecor semennya?" ujar Zulhas dengan mimik serius sembari melempar candaan usai membuka Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8).

Pernyataan Zulhas itu sontak memecah tawa hadirin, namun sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menanggapi gempuran rumor negatif nan mengganggu program nan digadang-gadang sebagai solusi ekonomi desa tersebut.

Tak hanya soal laut, jagat media sosial juga diramaikan dengan konten-konten nan menarasikan letak pembangunan Kopdes Merah Putih berada di tempat-tempat tak lazim, seperti di area pemakaman umum hingga di tengah hamparan sawah.

Konten-konten tersebut kemudian menyebar sigap dan memicu spekulasi liar nan berpotensi merusak gambaran program.

Zulhas menduga kuat, narasi negatif ini adalah hasil rekayasa pihak-pihak nan tidak menghendaki program tersebut melangkah sukses. Ia menilai, kondisi geografis desa nan beragam dan terkendala lahan dimanfaatkan sebagai bahan untuk memproduksi konten provokatif.

"Banyak desa memang tetap belum terbangun lantaran hambatan lahan. Akhirnya muncul konten-konten seolah-olah bangunannya ada di tengah kuburan, di tengah sawah, di tengah laut, dan macam-macam lagi. Ini saya kira memang mungkin ada nan terganggu sehingga menyerang seperti itu," tegasnya.

Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai prasarana ekonomi terpadu. Bentuknya bukan toko ritel modern, melainkan pusat jasa nan mengintegrasikan beragam support pemerintah, mulai dari benih, subsidi bunga, support sosial (PKH), hingga perangkat mesin pertanian (alsintan).

Melindungi Petani dan Nelayan

Lebih dari sekadar gedung fisik, Zulhas menyoroti kegunaan esensial koperasi sebagai tembok pertahanan ekonomi rakyat. Ia membeberkan rencana perlindungan nilai bagi petani dan nelayan nan selama ini kerap terjerat permainan tengkulak.

Bukan hanya petani, nelayan pun bakal mendapatkan perlindungan serupa melalui penyediaan akomodasi cold storage (ruang pendingin) dan pabrik es. Dengan begitu, hasil tangkapan ikan bisa disimpan lebih lama dan tidak dijual murah kepada tengkulak lantaran keterpaksaan.

"Kalau nelayan, ikan dibeli murah oleh tengkulak. Nanti jika sudah ada koperasi, disediakan cold storage dan pabrik es sehingga bisa disimpan dulu. Kalau belum laku, koperasi nan beli ikannya," pungkas Zulhas. (LN/E-4)

Selengkapnya