Cakupan vaksinasi anak di dunia.(Dok. Magnific)
CAKUPAN imunisasi anak secara dunia mulai menunjukkan tren positif pada 2026 setelah sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, UNICEF dan World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa jutaan anak tetap belum terlindungi dari penyakit mematikan seperti campak, difteri, tetanus, dan pertusis.
Berdasarkan laporan terbaru, pada tahun 2025 tercatat sekitar 90% bayi di bumi alias 116 juta anak telah menerima dosis pertama vaksin DTP. Sementara itu, 85% alias 110 juta anak sukses menyelesaikan tiga dosis lengkap. Walaupun nomor ini meningkat, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi.
Tantangan 13,5 Juta Anak Zero-Dose
WHO menyoroti tetap adanya 13,5 juta anak nan berstatus zero-dose, ialah mereka nan sama sekali belum mendapatkan vaksin rutin di tahun pertama kehidupan. Kelompok ini menjadi nan paling rentan terhadap serangan penyakit menular nan sebenarnya dapat dicegah.
Mayoritas anak tanpa vaksin ini berada di wilayah konflik, wilayah dengan krisis kemanusiaan, alias negara dengan sistem kesehatan nan lemah. Selain akses, aspek keraguan terhadap vaksin (vaccine hesitancy) dan keterbatasan pendanaan program imunisasi menjadi halangan utama di lapangan.
Risiko Wabah Campak dan Herd Immunity
Kesenjangan cakupan vaksinasi memicu kekhawatiran bakal munculnya kembali pandemi penyakit. WHO mencontohkan cakupan vaksin balang dosis pertama dunia nan baru mencapai 84%. Angka ini tetap jauh dari sasaran 95 persen nan dibutuhkan untuk membentuk kekebalan golongan (herd immunity).
Tanpa mencapai periode pemisah tersebut, akibat lonjakan kasus balang tetap tinggi di beragam negara. Imunisasi tetap menjadi intervensi kesehatan masyarakat nan paling efektif untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan permanen pada anak.
Target Immunization Agenda 2030
UNICEF dan WHO menekankan bahwa kemajuan saat ini belum cukup untuk memenuhi sasaran Immunization Agenda 2030. Diperlukan investasi berkepanjangan pada jasa kesehatan primer dan ekspansi akses hingga ke wilayah terpencil.
Penguatan edukasi masyarakat juga menjadi prioritas untuk menekan nomor penolakan vaksin. Dengan memastikan setiap anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, bumi dapat mencegah jutaan kematian dan menjaga stabilitas kesehatan masyarakat secara dunia melalui kekebalan komunitas. (UNICEF/World Health Organization (WHO)/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·