Ilustrasi.(Magnific)
SEBANYAK 12.956 penduduk di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mulai mengalami krisis air bersih akibat kekeringan nan melanda sejumlah wilayah pada musim tandus tahun ini. Guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menyalurkan support sebanyak 195 ribu liter air bersih hingga pertengahan Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengungkapkan bahwa pengedaran support air bersih terus dilakukan secara intensif. Hal ini seiring dengan bertambahnya wilayah nan melaporkan kesulitan air akibat menurunnya debit sumber air di permukiman warga.
"Hingga 16 Juli 2026, BPBD telah melaksanakan 39 ritase pengedaran dengan total 195 ribu liter air bersih nan disalurkan kepada masyarakat terdampak," ujar Dwi pada Sabtu (18/7).
Wilayah Terdampak Kekeringan
Berdasarkan info BPBD, support air bersih tersebut menjangkau 14 desa dan kelurahan nan tersebar di sembilan kecamatan. Wilayah-wilayah nan menerima support meliputi:
- Kecamatan Karanglewas: Desa Tamansari, Desa Kediri, dan Desa Pasir Lor.
- Kecamatan Purwokerto Timur: Kelurahan Sokanegara.
- Kecamatan Jatilawang: Desa Karanglewas.
- Kecamatan Sumpiuh: Desa Nusadadi dan Desa Karanggedang.
- Kecamatan Kemranjen: Desa Kedungpring dan Desa Karangsalam.
- Kecamatan Cilongok: Desa Rancamaya, Desa Panusupan, dan Desa Sawangan.
- Kecamatan Patikraja: Desa Kedungwuluh Lor.
- Kecamatan Tambak: Desa Buniayu.
Dwi menjelaskan, akibat kekeringan ini dirasakan oleh sedikitnya 3.959 family alias setara dengan 12.956 jiwa. Selain permukiman warga, krisis air juga mulai memengaruhi operasional dua akomodasi umum di wilayah tersebut.
Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain menangani krisis air bersih, BPBD Banyumas juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sudah terjadi empat kejadian karhutla dengan total luas lahan nan terbakar mencapai 5,3 hektare.
Beberapa titik kebakaran nan terpantau antara lain di Kelurahan Grendeng (0,3 hektare), Desa Pamijen (2 hektare), Desa Karangklesem Kidul (1 hektare), serta Kelurahan Teluk (2 hektare).
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat. Warga juga diminta segera melapor jika wilayahnya mengalami kesulitan air bersih nan ekstrem. Terkait potensi kebakaran, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar alias membuang puntung rokok sembarangan.
Penanganan akibat kekeringan di Banyumas dilakukan melalui kerjasama lintas sektor. BPBD bekerja sama dengan Perumdam Tirta Satria, Palang Merah Indonesia (PMI), BPJS Kesehatan, hingga Balai Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSSO) dalam penyediaan dan pendistribusian air bersih. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·