Pengukuhan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas)di Jakarta.(Antara)
Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Hashim Djojohadikusumo, secara resmi mengukuhkan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru nan berasosiasi dalam wadah tersebut. Langkah ini bermaksud untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam mendukung serta mengawal beragam program strategis pemerintah.
Prosesi pengukuhan dilakukan di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, pada Jumat (7/8) malam, bertepatan dengan seremoni HUT ke-2 Formas. Dengan bergabungnya 20 organisasi baru ini, total personil nan berlindung di bawah Formas sekarang mencapai 103 organisasi, termasuk di antaranya Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa keberadaan FORMAS selaras dengan cita-cita para pendiri bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menjaga keberlangsungan Indonesia. Ia menyebut semangat ini juga menjadi landasan perjuangan Presiden Prabowo Subianto.
"Itu juga nan tertanam di jiwa Prabowo agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih memandang tetap ada nan belum sejahtera, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari keprihatinan agar rakyatnya sehat," ujar Hashim di Jakarta, Sabtu (8/8).
Memperkuat Peran Masyarakat Sipil
Ketua Dewan Pakar Formas, Serian Wijatno, menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah nyata ormas untuk bergotong royong dalam pembangunan nasional. Menurutnya, ormas tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses kemajuan bangsa.
"Ini sebagai langkah nyata ormas untuk mendukung dan mengawal program-program pembangunan nan dijalankan pemerintah, sekaligus menjawab tantangan nan dihadapi Indonesia saat ini," kata Serian. Ia menambahkan bahwa Formas berkomitmen memberikan pemikiran konstruktif dan menjaga persatuan nasional.
Senada dengan perihal tersebut, Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhisedjati menyatakan bahwa bertambahnya personil bakal memperkuat barisan masyarakat sipil dalam memastikan kebijakan pemerintah memberikan akibat langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"FORMAS datang untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan. Kami berupaya memastikan kebijakan strategis pemerintah betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat," tutur Handojo.
Fondasi Spiritual Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan nan sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan catatan krusial mengenai visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pencapaian sasaran besar tersebut tidak bisa hanya bersandar pada parameter ekonomi, teknologi, alias bingkisan demografi semata.
Menurut Menag, pembangunan nasional memerlukan fondasi spiritual nan kokoh. Hal ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan dunia nan semakin kompleks serta menjaga keutuhan persatuan nasional di masa depan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·