29 kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui peluncuran 29 kebijakan strategis. Langkah ini menyasar langsung masyarakat kategori miskin ekstrem hingga rentan miskin nan berada pada golongan desil 1 sampai desil 4.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Presiden memaparkan bahwa ke-29 kebijakan tersebut terbagi ke dalam tiga kategori utama: Program 0 Persen Kemiskinan, Program Universal, dan Program Afirmatif. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat jaring pengaman sosial secara komprehensif.
Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan
Di sektor pendidikan, pemerintah mengandalkan Program Keluarga Harapan (PKH) nan menyasar 10 juta keluarga, serta Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 22,1 juta siswa. Salah satu terobosan nan disoroti adalah program Sekolah Rakyat bagi anak-anak desil 1-2 dengan support mencapai Rp4 juta per siswa per bulan.
"Keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa," ujar Presiden Prabowo, dilansir dari Antara, Senin (20/7).
Ia juga menyebut support bagi mahasiswa melalui KIP Kuliah nan membebaskan biaya UKT bagi 1,2 juta orang, ditambah support biaya hidup bulanan.
Pada sektor kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjangkau 96,8 juta orang. Presiden membandingkan cakupan ini jauh lebih besar dibandingkan populasi negara tetangga sebagai bukti kekuatan perlindungan sosial Indonesia.
Subsidi Energi dan Pangan
Pemerintah juga mengalokasikan subsidi besar-besaran untuk kebutuhan dasar. Tercatat subsidi LPG menjangkau 66,4 juta rumah tangga, sementara subsidi listrik diberikan kepada 87 juta pelanggan. Untuk ketahanan pangan, sebanyak 33,24 juta family menerima paket support berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan.
"Jangan anggap enteng kita terus, we are strong, we are rich, and we will be richer. Kita bakal lebih kaya lantaran kita tidak mau naif lagi," tegas Presiden di hadapan personil Kabinet Merah Putih.
Program Universal dan Afirmatif
Selain support langsung, terdapat Program Universal seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) nan menyasar 74,56 juta penerima, termasuk siswa dan ibu hamil, serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 130,8 juta orang.
Di kategori afirmatif, pemerintah meluncurkan program magang bagi lulusan baru S1 dengan duit saku setara UMK, beragam danasiwa unggulan seperti Beasiswa Garuda dan LPDP, hingga subsidi pupuk bagi 14,2 juta petani untuk menjaga produktivitas sektor agraria.
Berikut daftar 29 Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 yang dipaparkan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026):
Program Menuju Kemiskinan 0 Persen
-
Program Keluarga Harapan (PKH)
Menyasar 10 juta family pada desil 1-4, dengan support sebesar Rp75.000–Rp250.000 per bulan. -
Sekolah Rakyat
Menjangkau 44.635 siswa dari family desil 1-2, dengan support sebesar Rp4 juta per siswa per bulan. -
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
Menyasar 1,2 juta mahasiswa. Penerima dibebaskan dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) nan dibayarkan negara langsung kepada perguruan tinggi. Mahasiswa juga memperoleh support biaya hidup sebesar Rp800.000–Rp1,4 juta per bulan. -
Program Indonesia Pintar (PIP)
Menjangkau 22,1 juta siswa dari family desil 1-4, dengan support sebesar Rp37.500–Rp150.000 per bulan. -
Kartu Sembako
Menyasar 18,25 juta family pada desil 1-5, dengan support sebesar Rp200.000 per bulan. -
Bantuan Sosial ATENSI
Menjangkau 83.357 orang, dengan support maksimal sebesar Rp2,4 juta per tahun untuk setiap penerima. -
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)
Menyasar 96,8 juta orang dari desil 1-5, dengan nilai support sebesar Rp42.000 per bulan. -
Bantuan Pemberdayaan
Program ini terdiri atas:-
Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dengan support sekitar Rp5 juta per penerima, untuk 15.000 penerima.
-
Pemberdayaan Warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan support sekitar Rp10 juta per penerima, untuk 2.810 penerima.
-
-
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)
Menjangkau 400.000 penerima manfaat, dengan support sebesar Rp20 juta per rumah. -
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
Selama periode 2010–2025, program ini telah menjangkau 1.877.747 rumah tangga, dengan nilai faedah sebesar Rp727.000 per bulan. -
Bantuan Bencana
Program ini meliputi:-
Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi sebesar Rp5 juta per penerima, untuk 120.518 penerima.
-
Bantuan Pemulihan dan Penguatan Sosial sekitar Rp7,9 juta per penerima, untuk 150.018 penerima.
-
Bantuan Kesiapsiagaan dan Logistik Bencana sekitar Rp600.000 per penerima, untuk 169.014 penerima.
-
-
Subsidi LPG
Menjangkau 66,4 juta rumah tangga, dengan nilai subsidi sebesar Rp107.000 per bulan. -
Subsidi dan Kompensasi Solar
Menyasar 484.087 rumah tangga, dengan nilai faedah sekitar Rp578.139 per bulan. -
Kompensasi Pertalite
Menjangkau 33.787.364 rumah tangga, dengan nilai kompensasi sebesar Rp89.050 per bulan. -
Subsidi dan Kompensasi Listrik
Menyasar 87 juta rumah tangga alias pelanggan, dengan nilai support sekitar Rp130.000–Rp150.000 per bulan. -
Diskon Tarif Kereta Api
Menjangkau 481.503 penumpang, dengan nilai potongan nilai sebesar Rp69.752 per penumpang. -
Diskon Tarif Angkutan Laut
Menjangkau 481.503 penumpang, dengan nilai potongan nilai sekitar Rp97.403 per penumpang. -
Bantuan Pangan
Diberikan selama tiga bulan dalam corak 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng. Nilai support sekitar Rp179.278 per bulan, dengan jumlah penerima mencapai 33,24 juta family pada desil 1–4.
Program Universal
-
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menjangkau 74,56 juta penerima nan terdiri atas siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Nilai support sekitar Rp300.000 per penerima per bulan. -
Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Menjangkau 130,8 juta orang, dengan nilai pemeriksaan sekitar Rp655.000–Rp1,13 juta untuk setiap pemeriksaan.
Program Afirmatif
-
Program Magang bagi Lulusan Baru S1
Menjangkau 150.000 peserta untuk masa magang selama enam bulan. Peserta memperoleh duit saku rata-rata Rp3,6 juta per bulan alias setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). -
Sekolah Unggul Garuda
Menjangkau 1.920 siswa dari empat Sekolah Unggul Garuda baru. Biaya nan ditanggung mencapai Rp9,5 juta per siswa per bulan. -
Beasiswa LPDP
Menjangkau 23.289 mahasiswa. Besaran support untuk mahasiswa di perguruan tinggi luar negeri sekitar Rp90.095.000 per bulan, sedangkan untuk perguruan tinggi dalam negeri sekitar Rp10.700.520 per bulan. -
Beasiswa S1 Garuda
Menjangkau 750 mahasiswa. Besaran support untuk perguruan tinggi luar negeri sekitar Rp78.567.166 per bulan, sedangkan untuk perguruan tinggi dalam negeri sebesar Rp5.517.591 per bulan. -
Beasiswa S1 Universitas Pertahanan (Unhan)
Menjangkau 700 mahasiswa, dengan support sekitar Rp5.405.000 per bulan. -
Beasiswa Sekolah Taruna Nusantara
Menjangkau 3.654 siswa, dengan support sekitar Rp11,7 juta per bulan. -
Subsidi Pupuk
Menjangkau 14.205.757 petani dan pembudidaya ikan, dengan nilai support sekitar Rp334.166 per bulan. -
Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Menjangkau 6.084.205 debitur, dengan nilai subsidi sekitar Rp500.000 per bulan. -
Sertifikasi Halal Gratis
Menjangkau 1,35 juta pelaku upaya mikro dan mini (UMK), dengan nilai support sekitar Rp200.000 untuk setiap UMK. (Ant/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·