Dampak kekeringan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.(MI/Kristiadi)
MUSIM kemarau nan melanda sejumlah wilayah menyebabkan berkurangnya pasokan air bagi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan pertanian. Di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sedikitnya 3.500 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan hingga mengalami kandas tanam dan kandas panen (puso).
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Petani Mandiri Indonesia Jawa Barat, Yuyun Suyud, mengatakan sekitar 1.000 hektare lahan pertanian di Kota Tasikmalaya mengalami kandas tanam. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Kawalu, Tamansari, Indihiang, Purbaratu, Cibeureum, Cipedes, Bungursari, Tawang, Mangkubumi, dan Cihideung.
"Sebagian besar lahan nan mengalami puso di 10 kecamatan sudah tidak bisa diselamatkan. Tanaman nan sebelumnya mulai menguning dan berbulir akhirnya meninggal akibat kemarau. Sementara itu, kandas tanam sekarang terjadi nyaris di seluruh kecamatan," ujar Yuyun, Selasa (4/8/2026).
Ia mengatakan, tandus panjang memaksa banyak petani meninggalkan lahan sawah lantaran tidak lagi mempunyai sumber air untuk mengairi tanaman. Saat ini, para petani hanya bisa menunggu hujan turun alias mengandalkan klaim asuransi pertanian.
Menurut Yuyun, sekitar 850 hektare lahan pertanian tetap berpotensi diselamatkan andaikan pasokan air dapat segera dialirkan melalui optimasi jaringan irigasi.
"Lahan nan paling banyak mengalami kandas tanam berada di Kecamatan Kawalu, Tamansari, Tawang, sebagian Cibeureum, Purbaratu, dan Indihiang. Kondisi ini diperparah lantaran aliran Sungai Cikunteun tetap dalam tahap perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga pengedaran air ke lahan pertanian terganggu," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengatakan kekeringan pada musim tandus tahun ini telah berakibat pada sekitar 2.500 hektare lahan pertanian nan tersebar di 31 kecamatan. Lahan terdampak mengalami kekeringan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat dan terancam kandas tanam maupun kandas panen, terutama pada sawah tadah hujan.
"Wilayah dengan lahan terdampak terluas antara lain Kecamatan Cikalong seluas 655 hektare, Jamanis 400 hektare, Manonjaya 275 hektare, Cipatujah 260 hektare, Salawu 150 hektare, dan Sukaraja 29 hektare. Menyusutnya kesiapan air menyebabkan lahan tidak dapat ditanami dan sebagian mengalami kandas panen," kata Roni. (AD/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·