Raja Muslim Ini Cinta Mati ke Trump, Abadikan Namanya di Jalan 1000 Km

52 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Maroko secara resmi menamai salah satu jalan raya terbesarnya dengan nama Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Langkah ini dideskripsikan sebagai corak apresiasi mendalam atas peran Trump dalam memperkuat hubungan bilateral antara Washington dan Rabat.

Raja Mohammed VI menginformasikan kepada Trump melalui sebuah surat nan dilaporkan oleh instansi buletin pemerintah Moroccan News Agency (MAP), Minggu. Ia mengatakan bahwa Jalan Tol Tiznit-Dakhla sepanjang 1.055 kilometer (km) bakal diubah namanya menjadi "Donald J. Trump Highway".

Dalam surat Mohammed menyampaikan bahwa hubungan kedua negara nan secara tradisional berakar pada persahabatan dan kesetiaan, sekarang menjadi sangat bergerak serta bermanfaat. Itu tak lain terjadi selama dua masa kedudukan Trump

"Pengakuan berhistoris Anda, pada tahun 2020, atas kedaulatan Maroko atas Saharanya bakal selamanya terukir dalam ingatan rakyat Maroko, dari satu generasi ke generasi berikutnya," bunyi suratnya, dikutip RT, Selasa (4/8/2027).

Trump sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang raja melalui unggahan di platform Truth Social miliknya. Ia menggambarkan keputusan tersebut sebagai sebuah kehormatan besar dan menyatakan harapannya untuk dapat menyusuri seluruh rute jalan raya tersebut.

Perlu diketahui, jalan raya ini menghubungkan Tiznit di Maroko selatan dengan Dakhla di wilayah sengketa Sahara Barat, melewati rute Guelmim dan Laayoune di sepanjang pesisir Atlantik. Rabat menganggap Sahara Barat sebagai bagian dari teritorialnya dan mengambil alih kendali atas sebagian besar jejak koloni Spanyol tersebut setelah penarikan mundur Spanyol pada 1975, sementara Front Polisario nan didukung Aljazair berupaya mendirikan negara Sahrawi nan merdeka.

AS menjadi negara pertama nan secara resmi mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat pada masa kedudukan pertama Donald di tahun 2020. Hubungan perdagangan kedua negara juga sangat kuat, di mana nilai ekspor AS ke Maroko dilaporkan Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) mencapai US$ 5,50 miliar (Rp 88,00 triliun) pada tahun 2025.

Kritik Tajam

Keputusan penggantian nama jalan tol ini menuai kritik tajam dari Western Sahara Resource Watch, sebuah golongan pembelaan nan mendeskripsikan wilayah sengketa tersebut sebagai koloni terakhir di Afrika. Perwakilan golongan tersebut, Roberto Cantoni, memberikan pernyataan kritis kepada surat berita Spanyol, El Independiente.

"Langkah ini dimaksudkan bukan untuk mempromosikan perdagangan dengan AS, melainkan untuk melambungkan ego sang presiden," ujar Roberto.

Aljazair, nan secara tegas mendukung Front Polisario dan menolak usulan otonomi Rabat di bawah kedaulatan Maroko, belum memberikan tanggapan resmi mengenai penamaan jalan tersebut. Namun, harian Aljazair El Watan melontarkan tuduhan keras bahwa Maroko telah mengorbankan diplomasinya demi memberikan sanjungan kepada Trump.

Maroko adalah negara dengan kebanyakan masyarakat Muslim. Sekitar 99% penduduknya berakidah Islam, kebanyakan menganut Islam Sunni beraliran Maliki.

(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya