438 Ribu Pasangan Bercerai, Kemendukbangga Ingatkan Menikah tak Cukup Bermodal Cinta

1 hari yang lalu 3
438 Ribu Pasangan Bercerai, Kemendukbangga Ingatkan Menikah tak Cukup Bermodal Cinta BKKBN mencatat 438 ribu kasus perceraian di 2025.(Dok. Magnific)

KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengungkapkan bahwa angka perceraian di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 438 ribu kasus berasas info Badan Pusat Statistik (BPS). Fenomena ini mempertegas pentingnya persiapan matang bagi calon pengantin sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Direktur Bina Ketahanan Remaja Kemendukbangga/BKKBN, Irma Ardiana, menekankan bahwa membangun keluarga tidak bisa hanya mengandalkan emosi semata. Menurutnya, pernikahan memerlukan kesiapan nan komprehensif mulai dari aspek fisik, reproduksi, mental, emosional, hingga ekonomi.

"Kita juga perlu menyadari bahwa membangun family tidak cukup hanya bermodal cinta. Tanpa persiapan nan matang, beragam persoalan rumah tangga dapat muncul tanpa ada solusi," ujar Irma dalam Kelas Pranikah daring dilansir dari Antara, Senin (20/7).

Data BPS menunjukkan kebanyakan perceraian dipicu oleh perselisihan dan pertengkaran nan terjadi secara terus-menerus tanpa adanya refleksi maupun solusi dari pasangan. Irma menilai nomor ini kudu menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat komitmen dan keahlian komunikasi dalam menyelesaikan masalah bersama.

Selain ketahanan keluarga, persiapan pernikahan juga berangkaian erat dengan kualitas generasi mendatang. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), sebagian besar masyarakat Indonesia berada pada usia produktif. Kualitas generasi muda dalam mempersiapkan family bakal menentukan keberhasilan pemanfaatan bingkisan demografi.

Irma juga menggarisbawahi bahwa persiapan pranikah merupakan langkah krusial dalam mencegah stunting sejak hulu. Calon pengantin didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum hari pernikahan guna memastikan kondisi gizi dan kesehatan reproduksi nan optimal.

Sebagai langkah konkret, BKKBN menyediakan aplikasi Elektronik Siap Menikah dan Siap Hamil (Elsimil). Melalui perangkat bantu ini, calon pengantin dapat melakukan skrining kesehatan, mendapatkan edukasi, serta pendampingan dari kader family agar beragam aspek akibat dapat ditangani lebih awal sebelum kehamilan terjadi. (Ant/Z-10)

Selengkapnya