Ilustrasi(MI/Arnoldus Dhae)
WAKIL Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Wirya Putri tampil sebagai pembicara dalam talk show inspiratif berjudul "Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Usaha" nan digelar di Icon Mall Sanur Bali, Kamis (6/8). Acara nan digagas oleh HPMI Bali ini turut menghadirkan narasumber lainnya ialah Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster dan dihadiri oleh puluhan undangan lainnya.
Menurut Wamendag, wanita Indonesia dan Bali khususnya sudah lama terjun dalam wirausaha. Sebab info menunjukkan bahwa banyak wanita Indonesia menjadi kekuatan dalam membangun UMKM. Ada 64,5% dari total UMKM di Indonesia rupanya diurus oleh para wanita handal dari Sabang sampai Merauke.
"Mereka telah berkecimpung dalam wome enterpreneur dan sukses membawa UMKM berkembang dengan baik, menopang ekonomi daerah, dan sukses juga membawa pertumbuhan ekonomi baik secara nasional maupun daerah. Makanya saya membujuk kepada setiap wanita di Indonesia untuk menjadi womenpreneur, tidak boleh takut gagal," ujarnya.
Wamendag juga menegaskan, pemerintah pusat bakal terus berdampingan tangan dengan pemerintah wilayah untuk meningkatkan peran wanita Indonesia dalam berwirausaha. Dalam arahannya, Wamendag juga memberikan tips tips bagi wanita Indonesia nan telah berkarya dalam wirausaha.
"Sebagai seorang perempuan, kudu tetap berdaya, tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya sebagai seorang wanita tetapi juga tetap berkarya di bagian wirausaha perempuan. Ketika wanita berkekuatan dan berwirausaha maka wanita Indonesia juga ikut mendidik generasi bangsa untuk berkarya dan berwirausaha," ujarnya.
Secara khusus, Wamendag menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan RI bakal membantu para womenpreneur nan mau go internasional. Kemendag bakal menghubungkan produk-produk UMKM nan dikelolah oleh kaum wanita Indonesia untuk masuk ke pasar global.
"Pemerintah melalui Kemendag bakal menghubungkan produk-produk UMKM nan dikelolah oleh kaum wanita Indonesia untuk masuk ke pasar internasional baik melalui Indonesia Trade Center maupun melalui atase perdagangan Indonesia. Pemerintah bakal menghubungkan dengan 33 negara di bumi nan mempunyai jaringan perdagangan dengan Indonesia," ujarnya.
Sementara Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster mengatakan, wanita Bali itu sangat tangguh. Wanita Bali itu menjadi garda terdepan dalam penjaga budaya dan kepercayaan serta menjadi tiang penopang ekonomi Bali.
"Di Bali, wanita Bali bisa bekerja selama 24 jam mulai mengurus suami, anak, mengurus upacara keagamaan dan adat, menyiapkan perlengkapan upacara. Bali tanpa wanita bakal punah dalam ada budaya dan agama," ujarnya.
Ia meminta agar wanita Bali terus belajar dan bekerja menjadi penopang tradisi dan budaya Bali dan Bali bakal tetap eksis dengan kehadiran wanita Bali. (OL/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·