Penemuan jasad di Pancoran Mas, Depok.(Dok. Antara)
Kasus dugaan mutilasi nan menimpa seorang laki-laki berjulukan Kunaefi (51) di Depok, Jawa Barat, mulai menemui titik terang. Pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku beserta sejumlah peralatan bukti mengenai tindakan biadab tersebut.
Berdasarkan info nan dihimpun hingga 5 Agustus 2026, berikut adalah 7 kebenaran utama mengenai kasus mutilasi di Depok:
1. Identitas Korban dan Laporan Kehilangan
Korban teridentifikasi berjulukan Kunaefi, penduduk Cipayung, Depok. Sebelum ditemukan meninggal dunia, istri korban sempat melaporkan kehilangan ke pihak berkuasa pada 25 Juli 2026. Korban diketahui tidak kembali ke rumah sejak 23 Juli 2026.
2. Penemuan Jasad dalam Karung
Jasad Kunaefi ditemukan pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di sebuah lahan kosong area Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok. Warga setempat awalnya mengira karung tersebut berisi sampah dan baru menyadari adanya tubuh manusia saat karung hendak dibakar.
3. Kondisi Korban saat Ditemukan
Kondisi korban sangat mengenaskan saat ditemukan. Jasad terbungkus plastik dan karung dengan posisi tangan terikat serta terdapat luka pada bagian leher. Selain itu, kedua kaki korban tidak ditemukan berbareng tubuh utama di letak tersebut.
4. Lokasi Pembuangan Potongan Tubuh
Polisi menduga pelaku membuang bagian tubuh korban di dua letak berbeda untuk menghilangkan jejak. Bagian tubuh utama ditemukan di Tanah Merah, sementara potongan kedua kaki diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.
5. Awal Mula Pertemuan Melalui Media Sosial
Berdasarkan kronologi awal, korban berkenalan dengan terduga pelaku berjulukan Saepul (26) melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat berjumpa di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. Pertemuan tersebut diduga berujung pada cekcok nan memicu tindakan pembunuhan.
6. Penangkapan Pelaku di Pandeglang
Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya sukses menangkap Saepul pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 04.15 WIB. Pelaku diringkus di Panimbang, Pandeglang, Banten, saat mencoba melarikan diri. Polisi juga mengonfirmasi bahwa sepeda motor milik korban telah dibawa dan dijual oleh pelaku di wilayah tersebut.
7. Motif tetap Didalami
Hingga saat ini, interogator tetap mendalami motif utama di kembali tindakan pembunuhan dan mutilasi ini. Meski sempat beredar spekulasi mengenai latar belakang hubungan tertentu, polisi menegaskan belum menyimpulkan perihal tersebut sebagai motif resmi dan tetap melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka.
"Untuk hubungan antara pelaku dengan korban itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih. Motif pembunuhan sendiri sedang kami dalami, namun ditemukan kebenaran bahwasanya pelaku diduga merupakan penyuka sesama jenis," ujar Katimsus 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.
Saat ini, jasad korban telah berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi guna melengkapi berkas investigasi lebih lanjut. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·