Micheál Martin.(Al Jazeera)
PESAWAT jet baru milik pemimpin Irlandia, Taoiseach Micheal Martin, dilaporkan terancam mengalami kesulitan mendarat dalam kondisi kabut tebal. Hal ini terjadi setelah sistem navigasi canggih pada pesawat tersebut dicopot lantaran diproduksi oleh perusahaan asal Israel.
Jet Dassault Falcon 6X senilai €53 juta (sekitar Rp927 miliar) tersebut semestinya dilengkapi dengan sistem FalconEye. Teknologi ini merupakan kombinasi kamera dan sensor nan memberikan kesadaran situasional segala cuaca bagi pilot, baik siang maupun malam, guna membantu pendaratan dalam kondisi cuaca buruk.
Namun, sistem tersebut diproduksi oleh Elbit Systems, perusahaan pertahanan asal Israel. Mengingat pemerintah Irlandia memutuskan untuk memasukkan peralatan pertahanan dari Israel ke dalam daftar hitam (blacklist) pada tahun 2024, jet tersebut terpaksa beraksi tanpa fitur krusial tersebut.
Dampak Operasional dan Kontroversi
Mantan pilot Korps Udara Irlandia, Kevin Phipps, menjelaskan bahwa sistem FalconEye memberikan keahlian bagi pesawat untuk mendarat di tengah kabut saat pesawat lain kudu dialihkan ke airport lain. Tanpa teknologi ini, elastisitas operasional jet pemimpin negara tersebut menjadi terbatas.
Laporan dari The Journal menyebut bahwa pejabat pengadaan Irlandia enggan melanjutkan pemasangan lantaran pemerintah kudu menandatangani perjanjian tertulis langsung dengan Elbit Systems. Langkah ini dianggap melanggar sikap politik luar negeri Irlandia saat ini terhadap Israel.
Meski demikian, Departemen Pertahanan di Dublin menegaskan bahwa pesawat tersebut saat ini tidak mempunyai batasan dalam keahlian operasionalnya. Menariknya, larangan teknologi Israel ini tampaknya tidak bertindak menyeluruh, karena empat helikopter baru Korps Udara Irlandia tetap menggunakan sistem penerbangan Elbit nan dianggap esensial agar helikopter tersebut dapat terbang.
Reaksi Diplomatik
Kebijakan ini memicu kritik tajam dari pihak Israel. Alex Gandler, ahli bicara Kedutaan Besar Israel di Inggris, menyatakan melalui media sosial X bahwa keputusan tersebut didorong oleh ideologi nan berlebihan. "Ketidakmampuan dan semangat ideologis ini sangat mendalam. Jet Irlandia tidak bisa mendarat di kabut lantaran sentimen anti-Israel nan membabi buta," tulisnya.
Jet Dassault Falcon 6X ini diperkenalkan pada Desember 2025 untuk menggantikan pesawat Learjet lama. Pesawat nan dioperasikan oleh Korps Udara Irlandia ini bisa menampung 14 penumpang dan terutama digunakan untuk mengangkut Taoiseach serta menteri-menteri senior lain.
Konteks Hubungan Irlandia-Israel:
Irlandia mengambil sikap keras terhadap Israel dalam beberapa tahun terakhir. Selain memboikot peralatan pertahanan, Dublin juga melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich untuk memasuki wilayah Irlandia.
Di sisi lain, Elbit Systems terus menjadi sasaran pengunjuk rasa pro-Palestina secara global. Perusahaan ini merupakan produsen utama peralatan darat dan kendaraan udara tak berawak (UAV) untuk militer Israel nan digunakan dalam bentrok di Gaza. (Daily Mail/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·