Penderita glukosuria di Indonesia tidak sadar menderita penyakit tersebut.(Dok. Anadolu healthy)
GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Em Yunir, mengungkapkan kebenaran mengkhawatirkan bahwa sekitar 73% penyandang diabetes di Indonesia belum terdiagnosis. Kondisi ini membikin sebagian besar penderita tidak menyadari penyakitnya hingga memicu akibat komplikasi serius pada beragam organ tubuh.
Berdasarkan info International Diabetes Federation (IDF) tahun 2023, jumlah penderita glukosuria di Indonesia telah mencapai sekitar 20 juta orang. Angka ini melonjak signifikan dari perkiraan sebelumnya nan berada di kisaran 14-16 juta orang. Yunir memprediksi jumlah tersebut saat ini telah menyentuh 22 hingga 23 juta dan berpotensi menembus 30 juta jiwa di masa depan.
"Yang paling miris adalah lebih dari 73% penyandang glukosuria belum terdiagnosis. Artinya, mereka tidak menyadari dirinya menderita diabetes. Inilah nan menjadi masalah besar," ujar Yunir pada Senin (20/7).
Banyak pasien baru mengetahui kondisi kesehatannya saat memeriksakan penyakit lain. Dalam banyak kasus, kadar gula darah mereka sudah sangat tinggi, berkisar antara 200 hingga 400 mg/dL. Prof. Yunir menegaskan bahwa gula darah nan tidak terkendali bakal mempercepat kerusakan organ tubuh seperti jantung, ginjal, dan mata.
Data menunjukkan sekitar 30%-40% pasien nan menjalani cuci darah disebabkan oleh kandas ginjal akibat diabetes. Selain itu, sekitar 40% penyandang glukosuria mengalami gangguan retina. Kerusakan ini diperparah oleh aspek akibat lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan kebiasaan merokok.
Yunir mengimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi awal dianggap sebagai kunci utama untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah kerusakan organ nan lebih parah.
"Jangan berpikir tidak usah diperiksa agar tidak ketahuan. Justru penyakit kudu diketahui lebih awal agar bisa segera ditangani. Dengan penemuan dini, kita bisa menjaga kualitas hidup pasien," pungkasnya. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·