Agen Travel Sulit Dihubungi, Turis Asing Mengadu ke Polres Manggarai Barat

1 jam yang lalu 3
Agen Travel Sulit Dihubungi, Turis Asing Mengadu ke Polres Manggarai Barat (MI/Marianus)

PENGALAMAN kurang menyenangkan dialami empat visitor mancanegara saat berpiknik di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merasa tidak mendapat kepastian keberangkatan kapal dan kesulitan menghubungi pemasok perjalanan nan melayani rute Labuan Bajo-Lombok (NTB), mereka akhirnya memilih mengadu ke Polres Manggarai Barat.

Empat visitor tersebut terdiri atas tiga penduduk negara Spanyol, termasuk Luna Arroyo Juan Maria, serta seorang penduduk negara Kolombia. Mereka mengaku telah bayar paket perjalanan, tetapi menjelang agenda keberangkatan tidak memperoleh info nan jelas mengenai nasib perjalanan mereka. Upaya menghubungi pihak pemasok travel juga disebut tidak membuahkan hasil.

Kondisi itu membikin para visitor cemas dan merasa ditinggalkan tanpa kepastian. Mereka kemudian mendatangi Polres Manggarai Barat untuk meminta support menyelesaikan persoalan tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Unit Wisata Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat segera menghubungi pihak pemasok perjalanan dan memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak.

Dalam proses klarifikasi, pihak pemasok travel menjelaskan kapal nan dijadwalkan melayani pelayaran mengalami kerusakan mesin di perairan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Akibat gangguan tersebut, kapal tidak dapat tiba di Labuan Bajo sesuai jadwal. Polisi juga mencatat minimnya komunikasi kepada visitor menjadi penyebab utama persoalan berkembang.

Setelah melalui mediasi nan berjalan sejak Selasa (4/8) hingga Rabu (5/8) awal hari, pemasok perjalanan akhirnya menyatakan bertanggung jawab dengan mengembalikan seluruh biaya visitor sebesar Rp14 juta.

Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, Iptu I Komang Agus Budiawan, mewakili Kapolres Ajun Komisaris Besar Christian Kadang, mengatakan setiap pelaku upaya pariwisata kudu mengutamakan pelayanan dan komunikasi nan baik kepada wisatawan.

"Masalah operasional bisa saja terjadi, tetapi visitor kudu mendapatkan info nan jelas. Jangan sampai mereka merasa ditelantarkan lantaran tidak memperoleh kepastian dari penyedia jasa," ujarnya, Kamis (6/8) malam.

Ia menegaskan kehadiran kepolisian dalam kasus tersebut bermaksud melindungi visitor sekaligus memastikan penyelesaian berjalan secara setara bagi kedua belah pihak.

Sementara itu, Luna Arroyo dan Juan Maria mengaku lega setelah persoalan nan dihadapinya dapat diselesaikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada jejeran Polres Manggarai Barat nan membantu mempertemukan dirinya dengan pihak pemasok perjalanan hingga biaya nan telah dibayarkan dikembalikan sepenuhnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari keberangkatan wisata, tetapi juga dari keahlian memberikan info nan cepat, jujur, dan bertanggung jawab ketika terjadi hambatan operasional. Di lokasi wisata kelas dunia, komunikasi nan jelek dapat merusak kepercayaan visitor sama besarnya dengan kegagalan memberikan layanan. (I-2)

Selengkapnya