Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).(Dok. Antara)
PEMERINTAH mulai memperketat langkah antisipasi menghadapi potensi kejadian El Nino nan diperkirakan menguat berbarengan dengan musim kemarau. Meski persediaan air dan stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman, pemerintah menegaskan seluruh pihak tidak boleh lengah terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan konsentrasi utama saat ini adalah memastikan prasarana sumber daya air tetap optimal. Hal ini krusial untuk menjaga kesiapan air bersih sekaligus menopang produktivitas sektor pertanian agar tidak terganggu.
"Kita kudu menyiapkan diri sebaik mungkin agar El Nino nan berhimpit dengan masa tandus tidak menghadirkan persoalan berfaedah bagi masyarakat, termasuk mengganggu sektor pangan dan ekonomi," ujar AHY usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7).
Pemerintah memastikan waduk dan waduk mempunyai persediaan air nan cukup sebagai sumber air baku dan irigasi. Berdasarkan info Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian, neraca air serta stok pangan nasional sejauh ini tetap berada pada level memadai dan relatif terkendali.
Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat paparan BMKG menunjukkan tren perkembangan El Nino nan perlu dipantau ketat. Risiko karhutla juga meningkat di sejumlah wilayah rawan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat dan Selatan, baik di area gambut maupun non-gambut.
Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) darat dan udara serta melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Teknologi ini digunakan untuk memadamkan titik api sekaligus menjaga debit air di waduk dan danau. Pemerintah apalagi tengah membahas penggunaan drone agar operasi mitigasi lebih efisien.
Dalam jangka panjang, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mematangkan strategi swasembada air. Langkah ini mencakup pengembangan sumber air baru, desalinasi air laut, hingga penjernihan air payau guna mengatasi pengedaran air nan belum merata di seluruh wilayah Indonesia. (Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·