ilustrasi(Magnific)
FITUR kecerdasan buatan (artificial intelligence) terintegrasi nan disematkan pada mesin pencari Google dinilai belum mempunyai kematangan sistem nan cukup kondusif untuk dijadikan sebagai sumber info primer bagi golongan usia anak dan remaja.
Dalam penilaian terbaru, Common Sense Media menyebut AI Overview dan AI Mode di Google Search berulang kali kandas mengenali tanda krisis pada pengguna muda, memberi saran nan tidak tepat, serta menghasilkan jawaban nan tidak konsisten. Fitur itu juga disebut tidak bisa dimatikan oleh orangtua maupun sekolah.
Penilaian tersebut dilakukan lewat lebih dari 2.600 pencarian menggunakan akun nan dikonfigurasi untuk pengguna usia 11 dan 15 tahun dengan SafeSearch aktif.
Hasilnya, AI Google kerap menjawab dengan percaya diri, tetapi tidak selalu benar. Dalam beberapa kasus, sistem juga menyelesaikan tugas sekolah sepenuhnya, sehingga dikhawatirkan membikin anak terlalu berjuntai pada teknologi tersebut.
AI Google Tidak Konsisten
Common Sense Media juga menyoroti bahwa jawaban AI sering berubah dari satu pencarian ke pencarian berikutnya. Pada sejumlah pertanyaan sejarah, hasil nan diberikan tidak selalu sama.
Kondisi ini dinilai berisiko lantaran Google Search adalah salah satu pintu utama anak dan remaja untuk mencari info sehari-hari. Lembaga itu menilai masalahnya bukan hanya soal akurasi, tetapi juga soal keselamatan.
Risiko AI untuk Anak
Risiko AI bagi anak dan remaja tidak berakhir pada info nan keliru. UNICEF pada Februari 2026 memperingatkan meningkatnya penyalahgunaan AI untuk membikin gambar seksual anak nan dipalsukan alias dimanipulasi. UNICEF menyebut deepfake semacam itu sebagai corak kekerasan seksual terhadap anak.
UNICEF juga merujuk studi berbareng ECPAT dan INTERPOL di 11 negara nan menemukan sedikitnya 1,2 juta anak mengaku pernah menjadi korban manipulasi gambar menjadi deepfake seksual dalam satu tahun terakhir.
Organisasi itu menilai perlindungan anak di ruang digital perlu diperkuat, termasuk lewat pencegahan, literasi digital, dan pengamanan nan lebih ketat pada teknologi AI.
Orangtua Tidak Bisa Mematikan Fitur AI
Berbeda dengan chatbot AI nan berdiri sendiri, fitur AI di Google Search menjadi bagian dari mesin pencari nan digunakan jutaan orang setiap hari.
Common Sense Media menyoroti bahwa hingga saat ini orangtua maupun sekolah tidak mempunyai opsi untuk menonaktifkan AI Overview dan AI Mode pada Google Search. Padahal, survei lembaga tersebut sebelumnya menunjukkan ringkasan AI di mesin pencari menjadi salah satu fitur AI nan paling sering digunakan anak usia 9–17 tahun.
Karena itu, Common Sense Media merekomendasikan agar Google memberikan kendali lebih besar kepada family dan sekolah untuk mengatur penggunaan fitur AI oleh anak di bawah umur.
(Commonsense/UNICEF/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·