Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan support pemerintah untuk kebutuhan pangan masyarakat terutama di tengah ancaman Godzilla El Nino.
Saat ditanya pewarta soal insentif unik kejadian El Nino, Airlangga menjawab bahwa pemerintah bakal memberikan kemudahan pangan bagi masyarakat.
"Nanti kita lihat selalu kita berikan kemudahan untuk pangan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Rabu (29/7/2026).
Pemerintah sendiri, kata Airlangga, bakal berupaya untuk memitigasi akibat kekeringan akibat kejadian alam Godzilla El Nino, salah satunya dengan pompanisasi dan pengedaran air nan merata.
"Kita monitor aja lantaran memang di beberapa wilayah hujan kan sudah tidak turun dan mana wilayah nan bisa diselesaikan dengan pompanisasi dimana sungai-sungainya nan tetap banyak air dan gimana mendistribusikan air itu ke daerah-daerah nan produktif," ujarnya.
Tantangan ekonomi semakin besar lantaran El Nino berjalan saat eskalasi bentrok di Timur Tengah belum usai dan berpotensi membikin nilai minyak mentah bumi tetap tinggi.
Para ahli ekonomi sekarang memperingatkan kemunculan kejadian El Nino super alias El Nino Godzilla tahun ini berpotensi memicu guncangan besar terhadap produksi pangan bumi nan dampaknya bisa memperkuat hingga 2028.
Dilansir The Guardian, Rabu (27/7/2026), para ahli ekonomi menilai rantai pasok pangan dunia sekarang menghadapi "dua guncangan sekaligus", ialah bentrok geopolitik nan mengganggu pasokan daya dan pupuk serta cuaca ekstrem akibat pemanasan dunia nan diperkirakan semakin diperparah oleh El Nino berkekuatan sangat besar.
Para intelektual sebelumnya menyatakan bahwa siklus El Nino 2026-2027, nan terbentuk ketika perubahan pola angin memungkinkan air laut hangat menyebar ke wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik ekuator, mempunyai kesempatan nan belum pernah terjadi sebelumnya untuk berkembang menjadi kejadian sangat kuat.
Godzilla El Nino menjadi konsentrasi krusial pemerintah, pasalnya pengaruh nan diakibatkan diantaranya kekeringan hingga kebakaran rimba dan lahan.
Kemarin (28/7/2026) sejumlah menteri dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan rapat terbatas membahas mitigasi akibat El Nino.
Diantaranya nan datang Menteri Kehutanan Raja Juli, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri ESDM, serta lembaga lain seperti BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·