NASA merilis foto terbaru roda Curiosity nan dipenuhi retakan setelah nyaris 14 tahun menjelajahi Mars. Meski aus, rover ini tetap beraksi dan menjalankan misi ilmiah.(Space)
PENJELAJAH Mars Curiosity kembali menjadi perhatian publik, setelah NASA merilis foto terbaru. Foto itu memperlihatkan kondisi salah satu rodanya nan dipenuhi retakan dan jejak benturan.
Gambar tersebut ditampilkan sebagai Space Photo of the Day pada 27 Juli 2026. Foto itu memperlihatkan akibat perjalanan panjang rover nan telah menjelajahi permukaan Mars selama nyaris 14 tahun.
Meski roda tampak mengalami kerusakan nan cukup signifikan, NASA memastikan Curiosity tetap berada dalam kondisi operasional dan terus menjalankan misi ilmiahnya di Planet Merah.
Foto tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata tentang beratnya tantangan nan dihadapi kendaraan robotik saat menjelajahi lingkungan ekstrem di luar Bumi.
Retakan Akibat Medan Mars nan Kasar
Foto terbaru kondisi roda Curiosity diambil menggunakan Mars Hand Lens Imager (MAHLI), kamera beresolusi tinggi nan terpasang pada lengan robot rover untuk memantau kondisi komponennya.
Gambar tersebut memperlihatkan roda aluminium nan dipenuhi lubang, retakan, dan penyok akibat bertahun-tahun melintasi batuan vulkanik tajam di permukaan Mars.
Meski menunjukkan tanda-tanda keausan, NASA memastikan kerusakan itu tetap sesuai perkiraan dan tidak mengganggu keahlian Curiosity untuk terus menjalankan misinya.
Bertahan Jauh Melebihi Target Misi
Curiosity mendarat di Kawah Gale pada 5 Agustus 2012 dalam misi Mars Science Laboratory dengan sasaran operasi sekitar dua tahun untuk menyelidiki potensi kelayakhunian Mars.
Namun, hingga pertengahan 2026 rover telah beraksi nyaris 14 tahun dan menempuh lebih dari 32 kilometer di medan berbatu nan menyebabkan rodanya mengalami retakan.
Untuk memperlambat kerusakan, tim Jet Propulsion Laboratory (JPL) beberapa kali menyesuaikan rute perjalanan Curiosity agar menghindari batuan nan lebih tajam tanpa mengganggu misi ilmiahnya.
Tetap Mengungkap Rahasia Mars
Meski menunjukkan tanda-tanda penuaan, Curiosity tetap menjadi salah satu rover jagoan NASA dalam eksplorasi Mars. Hingga kini, rover tersebut terus menjelajahi lereng Gunung Sharp di Kawah Gale untuk mempelajari lapisan batuan nan diyakini menyimpan rekam jejak sejarah suasana Planet Merah selama miliaran tahun.
Selama misinya, Curiosity telah menemukan bukti bahwa Mars purba pernah mempunyai sungai, danau, serta mineral nan terbentuk akibat hubungan dengan air.
Rover juga mendeteksi molekul organik di batuan dan mengawasi perubahan kadar metana di atmosfer, temuan-temuan nan terus menjadi konsentrasi penelitian mengenai kemungkinan adanya kehidupan di Mars pada masa lalu.
Bukti Ketangguhan Teknologi NASA
Foto roda Curiosity nan retak menjadi bukti ketangguhan teknologi NASA. Meski awalnya hanya dirancang untuk beraksi selama dua tahun, rover ini tetap aktif nyaris 14 tahun kemudian, terus mengumpulkan sampel, memotret permukaan Mars, dan mengirimkan info ilmiah nan membantu mengungkap sejarah pengetahuan bumi Planet Merah serta mendukung persiapan misi manusia ke Mars.
Di tengah hadirnya rover generasi baru seperti Perseverance, Curiosity tetap membuktikan dirinya sebagai salah satu penjelajah antariksa paling sukses dalam sejarah. (Space/oEconomic Times/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·