Airlangga Sebut Program Magang Nasional Bisa Jadi Game Changer Ekonomi

56 menit yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi 2026 resmi dimulai, di mana perihal ini menjadi pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan daya saing nasional dan memastikan Indonesia bisa memanfaatkan beragam kesempatan di tengah perubahan global.

Adapun program tersebut bakal menyasar 150.000 peserta lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto resmi membuka Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2026 di Kemenko Perekonomian, Senin (10/8/2026). Airlangga mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi game changer untuk memperkuat kompetensi, pengalaman kerja, dan kesiapan generasi muda dalam memasuki pasar kerja serta menjawab kebutuhan industri nan terus berkembang.

"Dari hasil batch pertama nan 2025 kemarin, 84% mereka puas, dan tentu ini menjadi pengalaman untuk masuk di sektor lain. Jadi ini sektor nan di Kemenko Perekonomian ini juga kan public policy nan tentunya menjadi pengalaman sangat-sangat menarik bagi adik-adik nan baru lulus ini," kata Airlangga Hartarto dalam aktivitas Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2026 di Kemenko Perekonomian, Senin (10/8/2026).

Airlangga menjelaskan, sebanyak 101 peserta ikut berperan-serta dalam program magang nasional dan dinyatakan lolos dalam seleksi. Berasal dari beragam disiplin ilmu, seluruh peserta terpilih telah melalui serangkaian proses seleksi nan ketat untuk memastikan peserta nan mengikuti program mempunyai kompetensi, potensi, dan kesiapan nan sesuai dengan kebutuhan program.

"Keberagaman latar belakang para peserta diharapkan menjadi kesempatan berbobot untuk saling belajar dan meningkatkan kapabilitas selama mengikuti program selama enam bulan. Melalui program tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan keahlian berpikir kritis, mengedepankan penyelesaian masalah, membangun kerja sama tim, serta memperkuat integritas dan kompetensi melalui kerjasama dengan beragam unit kerja," lanjut Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan gambaran mengenai proses perumusan kebijakan ekonomi nasional nan dilakukan di Kemenko Perekonomian, mulai dari kajian kebijakan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pelaku usaha, hingga konsultasi publik untuk memastikan kebijakan nan dihasilkan dapat memberikan faedah bagi masyarakat. Berbagai proses tersebut dapat menjadi piranti peserta dalam memperdalam kompetensi nan bakal diperoleh selama melaksanakan magang di Kemenko Perekonomian.

"Saya percaya bahwa adik-adik ini semua adalah calon-calon pemimpin Indonesia di masa mendatang. Indonesia bakal masuk menjadi generasi emas di 2045 dan saya percaya nan di depan ini dengan 20 tahun pengalaman kelak bakal mengawal Indonesia emas," terang Airlangga.

Ke depan, Airlangga berpesan kepada para mentor untuk dapat memberikan pengarahan terbaik kepada peserta magang, terutama mengenai public policy nan mempunyai peran krusial dalam penyelenggaraan tugas Kementerian/Lembaga. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat dilibatkan dalam beragam aktivitas nyata nan memberikan pengalaman dan akibat positif.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto berambisi peserta magang dapat membangun integritas, meningkatkan kompetensi dan adatif, serta memperkuat kerjasama alias kerja sama.

"Harapanya ke depan, peserta ini dapat membangun integritas, meningkatkan kompetensi dan adaptif, lantaran lulusan perguruan tinggi saat ini kan sebagian besar termasuk ke dalam Gen Z nan melek teknologi, sehingga dapat dikontribusikan dalam proses pengambilan keputusan, dan memperkuat kerjasama itu juga penting, lantaran kerja sama lintas disiplin merupakan modal krusial dalam menghadapi tantangan pembangunan," kata Haryo.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya