Petenis Jerman Alexander Zverev(AFP/Thomas COEX)
PETENIS Jerman, Alexander Zverev, menegaskan ambisinya untuk merebut takhta petenis nomor satu bumi dari Jannik Sinner. Meski saat ini Sinner tetap kokoh di puncak klasemen ATP, Zverev memandang kesempatan besar untuk membalikkan keadaan sebelum musim 2026 berakhir.
Berbicara menjelang penampilannya di turnamen ATP Masters 1000 Montreal, Zverev mengungkapkan bahwa menjadi nan terbaik di bumi adalah sasaran logis setelah dia sukses mengamankan gelar Grand Slam perdananya di Roland Garros tahun ini.
"Tentu saja itu (peringkat satu dunia) adalah tujuan saya," ujar Zverev sebagaimana dikutip dari ATP, Senin (3/8/2026).
Kendati demikian, petenis berumur 29 tahun tersebut enggan terobsesi secara berlebihan pada angka-angka di papan peringkat. Baginya, kualitas permainan di lapangan tetap menjadi prioritas utama nan bakal menentukan hasil akhir.
"Tujuan utama adalah bermain tenis sebaik mungkin. Jika saya bisa terus meningkatkan permainan, maka hasil, gelar, dan ranking bakal mengikuti dengan sendirinya," tambahnya.
Persaingan Ketat di Jalur Menuju Turin
Secara matematis, Sinner memang unggul jauh dalam ATP Rankings konvensional. Namun, persaingan sebenarnya terlihat lebih sengit dalam klasemen ATP Live Race to Turin, nan hanya menghitung poin nan dikumpulkan sepanjang tahun berjalan.
| ATP Rankings (Total) | 13.450 poin | 8.480 poin | 4.970 poin |
| ATP Live Race to Turin | - | - | 1.410 poin |
Dengan sisa waktu kejuaraan sekitar tiga separuh bulan, selisih 1.410 poin di klasemen Race to Turin tetap sangat mungkin dikejar, mengingat banyaknya turnamen besar nan bakal berjalan hingga akhir tahun.
Dominasi Sinner dan Konsistensi Zverev
Turnamen di Montreal menjadi arena kembalinya Zverev ke lapangan setelah kekalahannya dari Sinner di final Wimbledon lalu. Kekalahan tersebut memperburuk rekor pertemuan Zverev melawan petenis Italia itu, saat dia menelan lima kekalahan beruntun sepanjang musim 2026, alias total 10 kekalahan berturut-turut dalam rekor pertemuan mereka secara keseluruhan.
Walau belum bisa mematahkan kekuasaan Sinner dalam duel head-to-head, Zverev memandang sisi positif dari seringnya mereka berjumpa di babak-babak akhir turnamen.
"Kami mungkin paling sering berjumpa dibandingkan pemain lain di tur. Memang bukan perihal nan positif jika saya terus kalah darinya, tetapi itu juga menunjukkan kami mungkin merupakan dua pemain paling konsisten musim ini," kata Zverev nan musim ini mencatatkan rekor 44 kemenangan dan 11 kekalahan.
Zverev, nan pernah menjuarai National Bank Terbuka (Kanada Terbuka) pada jenis 2017, bakal memulai langkahnya di Montreal dengan menghadapi pemenang laga antara Lorenzo Sonego (Italia) dan Tallon Griekspoor (Belanda). (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·