Amerika Panas ke Malaysia, Anwar Ibrahim Beri Respons Menohok

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap prinsipil dan posisi tegas negaranya nan tanpa kompromi terhadap Israel. Pernyataan keras tersebut disampaikan Anwar merespons beragam tekanan politik dan ancaman luar dari jejeran personil Kongres Amerika Serikat (AS) nan dinilai mencoba menggoyang kedaulatan serta marwah negara tetangga Indonesia tersebut.

Mengutip rilis dalam unggahan resmi akun IG pribadinya, Kamis (23/07/2026), Anwar menyampaikan pidato tegasnya di Paroi, Negeri Sembilan. Di hadapan para awak media dan pejabat terkait, Anwar menekankan bahwa Malaysia bukanlah negara nan bisa dijadikan boneka alias ditekan oleh kekuatan luar mana pun.

"Saya tegaskan pendirian negara bahwa kita tegas tanpa kompromi terhadap entitas haram Zionis Israel. Jangan kira kita mudah ditantang sedemikian rupa seolah-olah Malaysia tidak mempunyai martabat dan bisa dijadikan boneka. Kita mempunyai kedaulatan dan selama saya di sini, saya bakal pastikan pendirian kita tidak berubah sama sekali walaupun sebesar apa pun ancamannya!" tegas Anwar.

Anwar mengungkapkan bahwa kecaman serta ancaman dari politisi Amerika bergulir menyusul keputusan Malaysia nan memperketat larangan masuk bagi penduduk negara Israel, termasuk dalam ranah hubungan perdagangan. Menurutnya, pihak-pihak luar tersebut sama sekali tidak memahami sejarah diplomasi area lantaran Malaysia telah menerapkan kebijakan pembatasan terhadap Israel selama puluhan tahun.

"Mereka telah membikin pernyataan mencela saya lantaran keputusan Malaysia untuk melarang masuknya penduduk Israel, termasuk dalam rumor perdagangan dan sebagainya. Ternyata mereka tidak mengikuti perkembangan sama sekali. Banyak negara nan melarang, dan Malaysia melarang sudah puluhan tahun. Jadi mereka menggunakan kesempatan sekarang untuk menakut-nakuti saya dan Malaysia, serta memohon agar pemerintah Amerika mengambil tindakan," jelasnya.

Anwar secara terbuka menjawab ancaman tersebut dengan menegaskan status Malaysia sebagai negara merdeka dan berdaulat. Penolakan tegas Malaysia terhadap Israel didasari atas tindakan kezaliman, penjajahan, serta tindakan pembunuhan massal harian nan merenggut nyawa penduduk sipil, wanita, dan anak-anak di Palestina.

"Saya menjawab dengan jelas. Pertama, mereka kudu mengerti ini negara merdeka dan berdaulat. Dan penolakan kita kepada Israel lantaran kezaliman mereka, lantaran kolonialisme mereka, lantaran pembunuhan setiap hari. Mana mungkin wakil-wakil rakyat negara mereka bisa menghapuskan realita tentang pembunuhan anak-anak dan rakyat, wanita, pemusnahan rumah, penaklukan negeri, dan tidak bisa berbincang apa-apa," tegasnya.

"Malaysia ini negara merdeka. Kalaupun mereka nan berbincang itu tidak merdeka, tidak bebas menyuarakan, kita bebas menyuarakan. Oleh lantaran itu, dia tidak menghalangi, mereka boleh membikin ancaman, tetapi saya bakal tegas mempertahankan kewenangan rakyat Malaysia dan keputusan nan dibuat oleh rakyat Malaysia untuk tetap menghalangi kehadiran penduduk negara Israel mana pun di Malaysia," lanjut Anwar.

Saat didesak wartawan mengenai tuduhan pihak luar nan mengaitkan Malaysia dengan golongan Hamas, Anwar dengan tenang membeberkan bahwa posisi diplomasinya sangat transparan. Ia apalagi pernah menyampaikan secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump mengenai pertemuannya dengan ketua Hamas semata-mata untuk menyampaikan rasa duka cita kemanusiaan atas gugurnya personil family mereka akibat pemboman.

"Kita tidak ada masalah. Kita tidak ada masalah dengan kasus kejahatan, pembunuhan, dan kezaliman mana pun. Jadi kita tidak ada masalah dengan rumor hubungan," tambahnya.

"Saya beri tahu, apalagi dalam pertemuan saya dengan Presiden Trump, saya beri tahu memang ya, saya berjumpa dengan ketua Hamas ketika itu untuk menyatakan simpati kepada family mereka nan baru mengalami akibat dahsyat pemboman dan pembunuhan anak, istri, family mereka. Jadi saya sudah sebutkan itu, jadi tidak ada perihal nan aneh. Bagi saya, saya menolak kritik mereka lantaran tidak beralasan," jelas Anwar.

Terkait kekhawatiran akibat bentrok ini terhadap hubungan bilateral antara Malaysia dan AS, Anwar meyakini bahwa kerja sama ekonomi kedua negara tidak bakal terganggu. Malaysia dipastikan bakal tetap mempertahankan hubungan baik serta menyambut investasi dan perdagangan dari AS, namun tanpa kudu mengorbankan sikap kritis terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza.

"Amerika Serikat memang sudah tahu kebijakan Malaysia ini sudah puluhan tahun. Jadi saya tidak berpikir ini patut merusak hubungan. Kita tetap menerima baik penduduk Amerika serta upaya dan investasi perdagangan Amerika Serikat," ujarnya.

"Kita menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat sebagaimana nan kita lakukan dengan negara lain. Tetapi mustahil kita sampai tidak sanggup dan tidak berani menegur kelewatan dari segi pembunuhan rakyat nan tidak bersalah, termasuk di Palestina dan di Gaza," pungkas Anwar.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya