Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan Indonesia telah mempunyai pengalaman menghadapi akibat kejadian El Nino, sehingga pemerintah optimistis ancaman cuaca kering nan diperkirakan kembali terjadi tidak bakal mengganggu ketahanan pangan nasional. Bahkan, stok beras saat ini dipastikan cukup hingga Mei 2027.
Amran mengatakan, dirinya telah melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kesiapan beras nasional tetap dalam kondisi aman. Selain itu, beragam langkah antisipasi juga telah disiapkan berasas pengalaman menghadapi El Nino pada 2016, serta pada 2023-2024 lalu.
"Sebelumnya kita Ratas, kami menghadap Bapak Presiden bahwasanya stok kita cukup. Kemudian mengantisipasi El Nino, kita sudah pengalaman, saya sampaikan kita sudah pengalaman di 2016, 2023, kebetulan saya menterinya juga waktu itu, 2024," kata Amran dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan, meski kejadian nan belakangan disebut "El Nino Godzilla" ramai diperbincangkan, kondisi perberasan nasional diyakini tetap kondusif lantaran persediaan beras pemerintah (CBP) mencukupi hingga masa panen berikutnya.
"Artinya apa? 'El Nino Godzilla' nan sekarang lagi ramai, insyaallah kita bisa lolos dan tidak mempengaruhi kondisi perberasan Indonesia. Stok kita aman," ujarnya.
Menurut Amran, kepercayaan tersebut didukung oleh total kesiapan beras nasional nan mencapai sekitar 26 juta ton. Jumlah itu berasal dari stok Bulog sebesar 5,2 juta ton, standing crop alias tanaman padi nan tetap berada di lahan dengan potensi produksi sekitar 10 juta ton, serta stok beras di beragam penyimpanan nan mencapai sekitar 10,8 juta ton.
"Alhamdulillah sekarang beras stok kita 5,2 juta ton hari ini. Standing crop kita itu kurang lebih 3,8 juta hektar, nilainya kurang lebih 10 juta ton beras. Kemudian nan Horeka di penyimpanan dan seterusnya itu juga kurang lebih 10,8 juta ton, termasuk penyimpanan Bulog 5,2 juta ton. Berarti 10 tambah 10,8 tambah 5,2 juta ton, totalnya adalah 26 juta ton," jelas dia.
Dengan konsumsi beras nasional sekitar 2,6 juta ton per bulan, Amran menyebut stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 10 bulan ke depan alias hingga Mei 2027, saat musim panen kembali berlangsung.
"26 juta ton itu per bulan 2,6 juta konsumsi. Artinya cukup untuk 10 bulan. Cukup untuk 10 bulan ke depan. Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei. Overlap. Maret itu sudah panen," katanya.
Amran juga mengingatkan pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024 menjadi pelajaran krusial bagi pemerintah. Saat itu, rencana impor beras sempat mencapai 10 juta ton, namun sukses ditekan berkah percepatan langkah nan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian.
"Yang paling berat kemarin 2023, apalagi 2024 rencana impor 10 juta ton, dan saya datang sudah diputus. Tapi alhamdulillah dengan aktivitas kita sigap berbareng TNI, Polri, Kejaksaan, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, PPL seluruh bergerak, Babinsa, alhamdulillah kita tekan impor kita kurang lebih 4 juta ton. 2023-2024 impornya 7 juta ton," terang Amran.
Lebih lanjut, dia menyebut kondisi itu berbeda dengan nan terjadi saat ini. Menurutnya, pada 2025 pemerintah apalagi tidak lagi melakukan impor beras medium lantaran stok dalam negeri telah surplus.
"Nah, 2025 tidak ada impor medium, nggak ada, dan surplus ada di gudang," pungkasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
12







English (US) ·
Indonesian (ID) ·