Anak Buah Airlangga: IMF, ADB hingga SdanP Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator (Menko) Perekonomian mengungkapkan kepercayaan beberapa lembaga internasional terhadap rupiah tetap cukup baik, ditandai dengan proyeksi ekonomi RI nan tetap bakal tumbuh 5%.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mencontohkan proyeksi ekonomi dari International Monetary Fund (IMF) nan memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5% di 2026.

"Di tengah ketidakpastian dunia nan tetap tinggi, beberapa lembaga internasional tetap optimis terhadap ekonomi Indonesia, seperti contoh IMF dalam publikasi terbarunya, tetap mempertahankan ekonomi kita di level 5% pada 2026, pada saat di negara berkembang lainnya dipangkas," kata Ferry dalam paparannya di Risk and Government Summit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (14/7/2026).

Selain IMF, ada juga lembaga internasional lain ialah Asian Development Bank (ADB), di mana proyeksi ekonomi RI pada 2026 tetap tumbuh 5,2%.

"Yang lebih optimis lagi tentu kita bisa lihat publikasinya ADB, nan tetap mempertahankan outlook ekonomi kita tetap di 5,2% pada 2026, sementara pada saat nan berbarengan ADB memproyeksikan negara-negara di area Asia Tenggara itu diturunkan ke 4,6%, di bawah 5%," lanjut Ferry.

Bahkan, pihaknya juga menyinggung laporan terbaru dari pemeringkat internasional ialah S&P Global Rating nan tetap mempertahankan ranking angsuran Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

"Kabar dari S&P ini juga jadi sebuah momentum nan mudahnya bisa kita terus sorong untuk aspek positif dari ekonomi kita. Jadi sesuai dengan rating S&P nan kemarin, Indonesia itu tetap berada di ranking layak investasi alias investment grade," terang Ferry.

Bahkan menurutnya, outlook dari S&P lebih optimis dibandingkan dengan lembaga pemeringkat internasional lainnya seperti Moody's dan Fitch, meski secara menyeluruh, prospek investasi di Indonesia tetap layak.

"Bahkan jika kita lihat S&P itu lebih baik dari Fitch dan Moody's nan sebelumnya rilis, dengan tadi di samping ranking sovereign rating tetap di BBB alias A-2 dengan prospek nan stabil," ujarnya.

Dengan adanya proyeksi ini, pihaknya menjelaskan bahwa kepercayaan penanammodal asing terhadap Indonesia tetap cukup baik di tengah ketidakpastian nan tetap tinggi.

"Ini memudahkan sekali lagi mencerminkan kepercayaan nan diberikan oleh lembaga rating terhadap ketahanan ekonomi kita. Ini momentum nan kita perlu terus jaga," jelasnya.

(chd/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya