Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terbukti Hoaks, Pramono Pastikan KBM Tetap Berlangsung

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Ancaman Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terbukti Hoaks, Pramono Pastikan KBM Tetap Berlangsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aktivitas belajar mengajar di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, kembali berjalan normal setelah ancaman bom nan sempat menghebohkan sekolah tersebut dipastikan tidak terbukti.

Pramono mengatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tidak ditemukan barang mencurigakan maupun peledak di lingkungan sekolah. 

Meski demikian, dia menegaskan abdi negara penegak norma bakal menindaklanjuti kasus tersebut.

“Setelah didalami dan dilakukan pengecekan di lapangan, rupanya memang tidak ada. Ada orang nan melakukan pengancaman, dan untuk itu abdi negara penegak norma bakal menindaklanjutinya,” kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (14/7).

Meski situasi telah dinyatakan aman, Pramono meminta seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Sekarang ini sekolahnya melangkah seperti biasa, tetapi tetap saya minta untuk dilakukan kewaspadaannya,” ujarnya.

Terkait pendampingan psikologis alias trauma healing, Pramono mengaku telah menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta nan turun ke lokasi. Berdasarkan hasil pemantauan, para siswa tidak menunjukkan trauma akibat kejadian tersebut.

Menurut dia, justru kekhawatiran lebih banyak dirasakan oleh para orang tua murid.

“Saya melihat, kemarin juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan nan turun langsung ke lapangan. Kalau murid-muridnya, sih, enggak ada. Bahkan murid-muridnya merasa biasa-biasa saja. Hanya orang tuanya nan ada kekhawatiran,” ungkapnya.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan kelonggaran kepada orang tua untuk mengantar anaknya ke sekolah hingga Rabu (15/7). Kebijakan tersebut diambil agar para orang tua merasa lebih tenang setelah adanya ancaman peledak tersebut.

“Itulah sebabnya sampai dengan Rabu kami izinkan jika kemudian orang tuanya mengantar ke sekolah dan sebagainya, agar orang tuanya sendiri juga merasa nyaman,” kata Pramono. (E-4)

Selengkapnya