Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan ultimatum pada personil FIFA untuk ikut mendukung rencana penjualan saham alias mereka bakal kehilangan potensi mendapatkan biaya US$40 juta namalain Rp723 miliar.
FIFA melakukan langkah kontroversial dengan rencana menjual saham pada penanammodal mengenai kejuaraan nan ada di bawah naungan mereka, termasuk Piala Dunia. Hal itu kemudian diwujudkan dengan rencana peluncuran FIFA Forward Enterprise (FFE).
Dalam proposal nan ada, FIFA disebut bakal mendapatkan biaya segar sebesar US$4,2 miliar namalain Rp74,9 triliun. FIFA menyatakan hanya menjual saham minoritas ke pihak swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal nan membikin kontroversi ini makin menarik adalah iming-iming nan dijanjikan Infantino. Dikutip dari Sky Sports, Infantino memberikan deadline hingga 19 September 2026.
Untuk bisa mewujudkan rencana itu dan peluncuran FFE, Infantino menyatakan butuh support lebih dari 50 persen personil FIFA. Dan ancaman dari Infantino kian terasa nyata dengan akibat nan kudu di tiap negara.
"Kesempatan pendanaan nan spesial hanya untuk personil asosiasi nan berambisi berperan-serta [memberi dukungan], dengan keputusan mereka kudu dibuat pada 19 September 2026 sehingga kami bisa memaparkan rencana ke depan dan biaya tersebut bakal segera tersedia pada 1 Januari 2027," tulis Infantino dalam suratnya ke 211 negara personil FIFA.
Dalam surat nan sudah dikirim tersebut, Infantino juga menekankan bahwa tujuan rencana ini adalah demi personil FIFA.
"Entitas ini [FFE] sepenuhnya konsentrasi pada satu tujuan ialah menghasilkan banyak nilai nan mungkin didapat bagi personil FIFA," tulis Infantino.
(ptr/jun)
Add
as a preferred source on Google

57 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·