loading...
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, RAN PE Fase II menjadi pedoman nasional dalam memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan ekstremisme melalui pendekatan kolaboratif sekaligus berbasis bukti. Foto: Ist
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan internet sekarang menjadi salah satu media utama nan dimanfaatkan jaringan terorisme untuk melakukan perekrutan personil baru.
Sasaran nan banyak dibidik adalah anak-anak, wanita dan generasi muda. Karena itu, Djamari menegaskan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan nan Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase II Tahun 2026–2029 kudu melibatkan pemerintah wilayah sebagai garda terdepan pencegahan.
Baca juga: Warung NKRI Digital Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
"Internet digunakan sebagai perangkat perekrutan. Ironisnya, banyak anak dan wanita nan dilibatkan. Lewat RAN PE Fase II ini kita minta pemerintah wilayah ikut serta dalam pencegahan ancaman terorisme," ujarnya dalam Forum Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan RAN PE Fase II di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Forum tersebut sekaligus menandai dimulainya penerapan RAN PE Fase II nan dipimpin Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Program ini menjadi pedoman nasional dalam memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·