Evaluasi Program MBG, BGN Ganti Lima Pejabat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (ketiga kiri) dan Trenggono (keempat kiri) didampingi jejeran pejabat baru saat mengumumkan lima pejabat baru BGN di instansi BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21(MI/Usman Iskandar.)
BADAN Gizi Nasional (BGN) menyatakan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 sementara ini diproyeksikan sebesar Rp229 triliun. Angka ini turun dari usulan sebelumnya nan mencapai Rp268 triliun. Meski demikian, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan besaran anggaran tersebut tetap dapat berubah seiring proses penyempurnaan tata kelola program.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan MBG, bukan semata-mata untuk melakukan penghematan shopping negara.
"Tapi kelak ditulisnya sementara ya. Kalau bisa kita lebih efisien lagi," kata Agustina dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (21/7).
Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan menjadi tujuan utama BGN. Fokus utama lembaga tersebut adalah membangun tata kelola program nan lebih baik agar penyelenggaraan MBG melangkah optimal di seluruh daerah.
Dalam proses evaluasi, terang Agustina, BGN menemukan adanya ketidaksesuaian dalam pengedaran layanan. Sejumlah sekolah diketahui memperoleh jasa dari lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penyesuaian alokasi anggaran sehingga pengedaran jasa dapat lebih tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.
Sementara itu, Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan bahwa nomor Rp229 triliun tetap merupakan kalkulasi sementara lantaran lembaganya tetap melakukan refocusing terhadap jumlah penerima faedah program MBG.
Menurutnya, penyesuaian tersebut juga bermaksud memastikan dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dihitung secara jeli sebelum program dijalankan secara penuh.
"Jadi ini nan sedang dilakukan oleh kami untuk bisa menyesuaikan apa-apa saja nan nantinya bakal terpengaruh kepada APBN, agar kita bisa menjalankan (MBG) secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," ujar Lili.
BGN menegaskan proses penyelarasan info penerima faedah dan cakupan jasa tetap terus dilakukan. Hasil pertimbangan tersebut bakal menjadi dasar dalam menetapkan kebutuhan anggaran final Program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 agar pelaksanaannya lebih efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·