Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp 229 Triliun, BGN Ungkap Alasannya

11 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan, pagu anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2026 sementara turun menjadi Rp 229 triliun dari alokasi sebelumnya Rp268 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah membenahi tata kelola program agar lebih efektif dan efisien.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, nomor anggaran tersebut tetap berkarakter sementara dan tetap berpotensi berubah andaikan BGN kembali menemukan ruang efisiensi dalam penyelenggaraan program.

"Tapi kelak ditulisnya sementara ya. Kalau bisa kita lebih efisien lagi," kata Agustina dalam konvensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Meski demikian, Agustina menegaskan efisiensi anggaran bukan menjadi tujuan utama BGN. Ia menyebut konsentrasi utama lembaganya saat ini adalah memperbaiki tata kelola program MBG, agar penyaluran support lebih tepat sasaran.

Salah satu pembenahan nan tengah dilakukan adalah menyelaraskan cakupan jasa MBG di sekolah-sekolah. Dari hasil evaluasi, BGN menemukan adanya sekolah nan dilayani lebih dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar tidak terjadi tumpang tindih jasa maupun anggaran.

Dengan perbaikan tersebut, kebutuhan anggaran program juga bakal disesuaikan mengikuti hasil penyelarasan di lapangan.

Dalam kesempatan nan sama, Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah mengatakan penurunan pagu anggaran dari Rp268 triliun menjadi Rp229 triliun tetap berkarakter sementara. Saat ini BGN tetap melakukan refocusing terhadap jumlah penerima faedah MBG sehingga besaran anggaran final belum ditetapkan.

"Jadi ini nan sedang dilakukan oleh kami untuk bisa menyesuaikan apa-apa saja nan nantinya bakal terpengaruh kepada APBN, agar kita bisa menjalankan MBG secara efektif, efisien, transparan, dan akurat," kata Lili.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya