Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Percepat Biodiesel B50

1 jam yang lalu 5
Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Percepat Biodiesel B50 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).(Dok. Antara)

PEMERINTAH Indonesia mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi akibat bentrok berkepanjangan di Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional. Salah satu upaya utama nan ditempuh adalah melalui diversifikasi sumber daya dan percepatan penerapan program biodiesel B50.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa langkah antisipasi ini dibahas dalam rapat terbatas nan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan daya bumi dan nilai minyak," ujar AHY dilansir dari Antara.

AHY menekankan pentingnya memperkuat ketahanan daya nasional agar tidak berjuntai pada situasi dunia nan tidak menentu. Pengembangan biodiesel B50 menjadi salah satu pilar utama dalam strategi diversifikasi daya guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.

Selain sektor energi, pemerintah juga mewaspadai akibat ketegangan dunia terhadap sektor pangan. Pemerintah berkomitmen menjaga agar konsentrasi pembangunan di sektor pangan tetap melangkah sesuai rencana tanpa terganggu oleh perubahan situasi internasional.

Dari sisi infrastruktur, AHY menyatakan kementeriannya bakal memberikan support penuh melalui penguatan konektivitas. Hal ini bermaksud agar beragam program prioritas negara, baik di sektor daya maupun pangan, dapat melangkah secara optimal dan efektif di lapangan.

Rapat tersebut juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan. Pemerintah berencana menyederhanakan beragam izin agar kebijakan pro-rakyat dapat diimplementasikan lebih sigap untuk membantu masyarakat nan memerlukan di tengah tantangan ekonomi global.

"Pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan nan membantu masyarakat kita nan membutuhkan, dan menyiapkan beragam kebijakan nan lebih menyederhanakan lagi," pungkas AHY. (Ant/Z-10)

Selengkapnya