Antoine Semenyo Puji Gaya Main Enzo Maresca di Manchester City

1 jam yang lalu 2
Antoine Semenyo Puji Gaya Main Enzo Maresca di Manchester City Pelatih Manchester City Enzo Maresca(AFP/MAY JAMES)

PENYERANG Manchester City, Antoine Semenyo, memberikan pujian tinggi terhadap style permainan nan diusung manajer baru, Enzo Maresca. Pemain asal Gana tersebut menyebut petunjuk taktis sang pembimbing asal Italia itu sebagai "musik di telinganya" setelah memandang tanda-tanda awal perannya di bawah didikan suksesor Pep Guardiola tersebut.

Manchester City memang kudu menelan kekalahan lewat adu penalti melawan Inter Milan dalam laga perdana Maresca di Hong Kong. Namun, The Citizens menunjukkan intensitas serangan nan menjanjikan, sebuah sinyal kuat mengenai filosofi nan bakal diterapkan Maresca musim ini.

Kebebasan di Sisi Sayap

Semenyo tampil impresif selama 45 menit pertama dengan kecepatan dan pergerakan langsungnya nan merepotkan bek Inter, Andy Diouf. Ia juga berkedudukan krusial dalam terciptanya gol Divin Mubama untuk City. Selain Semenyo, pemain muda Ryan McAidoo juga mencuri perhatian dari bangku cadangan.

Maresca sendiri tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap profil pemain seperti mereka. Ia menyebut Semenyo dan McAidoo sebagai jenis pemain sayap nan dia cintai, garang dan berani menghadapi musuh dalam situasi satu musuh satu.

"Ketika dia ditunjuk, perihal pertama nan saya pikirkan adalah saat menghadapi Chelsea ketika dia ada di sana; pemain sayapnya selalu berada di posisi tinggi dan cukup bebas," ujar Semenyo. "Itu sangat menarik bagi saya sebagai pemain sayap. Saya bakal mendapatkan situasi satu musuh satu di sebagian besar pertandingan."

Semenyo menambahkan bahwa dia telah melakukan pertemuan perseorangan dengan Maresca mengenai visi taktis tim.

"Idenya luar biasa, cukup mirip dengan Pep. Enzo hanya meminta kami tetap melebar dan saat mendapatkan bola, ciptakan peluang. Jadi, itu adalah musik di telinga saya," imbuhnya.

Langkah Besar dari Bournemouth

Semenyo berasosiasi dengan City dari Bournemouth dengan nilai transfer £65 juta (sekitar Rp1,3 triliun) pada bursa transfer Januari lalu. Saat itu, Guardiola kudu bersaing ketat dengan klub-klub besar seperti Manchester United, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangannya.

Pemain nan mencetak total 21 gol untuk klub dan negara musim lampau ini mengaku sangat berterima kasih kepada Bournemouth nan telah membantu kariernya berkembang di Liga Primer Inggris. Musim lampau menjadi momen emas bagi Semenyo setelah dia mencetak gol kemenangan di final Piala FA melawan Chelsea dan mengangkat trofi Carabao Cup.

"Saya mau langkah berikutnya menjadi langkah nan besar, dan Manchester City adalah opsinya. Pep berbincang kepada saya sebelumnya dan berbicara bakal membikin saya menjadi pemain nan lebih baik. Dia betul-betul membantu saya dalam lima bulan pertama, meski tentu sedih melihatnya pergi," ungkapnya dalam aktivitas Ahmad Tea's Preparation is Everything di Hong Kong.

Kekuatan dari Iman

Di luar lapangan, Semenyo dikenal sebagai seorang Kristen nan taat. Ia mempunyai beragam tato bertema religi di tubuhnya dan baru saja dibaptis oleh pendeta setempat pada Desember lalu, sebuah kemauan nan sudah lama dia pendam namun terkendala agenda sepak bola.

Ia mengungkapkan sering bermohon sebelum pertandingan dan di hotel berbareng rekan setimnya seperti Jeremy Doku dan Marc Guehi untuk mendapatkan kekuatan maksimal. Bagi Semenyo, ketaatan berada di atas segalanya.

"Saya tidak bakal berada di sini tanpa Tuhan. Dia memberi saya bakat, keterampilan, dan mentalitas sebagai pesepak bola. Jadi, saya berutang kepada-Nya untuk tampil maksimal dan menyebarkan firman-Nya ke seluruh dunia," pungkasnya. (bbc/Z-1)

Selengkapnya