Model wahana pendarat Viking 1 milik NASA di Bumi. Pada 20 Juli 1976, wahana antariksa ini mendarat di permukaan Mars.(NASA)
SETENGAH abad setelah pendaratan berhistoris wahana Viking 1 milik NASA di Mars pada 1976, perdebatan mengenai apakah misi tersebut sukses menemukan tanda-tanda kehidupan mikroba di Planet Merah tetap terus bersambung di kalangan organisasi ilmiah.
Saat mendarat di permukaan Mars, Viking 1 dan kembarannya, Viking 2, membawa laboratorium biologi unik untuk menganalisis sampel tanah. Salah satu perangkat utamanya adalah Gas Chromatograph-Mass Spectrometer (GCMS) nan dirancang untuk mendeteksi molekul organik sebagai bahan dasar kehidupan.
Sebagian besar intelektual pada saat itu menyimpulkan bahwa Viking tidak menemukan bukti kehidupan. Kesimpulan ini diambil terutama lantaran instrumen GCMS tidak mendeteksi adanya molekul organik di dalam tanah Mars nan diuji.
Pandangan Baru dan Perdebatan Data
Meski konsensus umum saat itu menyatakan Mars bebas dari kehidupan, sejumlah intelektual sekarang menilai kembali hasil penelitian tersebut dengan pemahaman kimia modern.
Kimiawan Dr. Steven Benner berdasar penafsiran info pada era 1970-an mengalami kekeliruan. Menurut analisisnya, instrumen Viking kemungkinan besar sukses merekam keberadaan mikroba autotrofik dengan kepadatan sekitar 1.000 sel per gram tanah.
"Viking kemungkinan besar menemukan kehidupan mikroba autotrofik di Mars, sekitar 1.000 sel per gram, kira-kira sesuai dengan apa nan Anda harapkan berasas afinitas di Bumi," kata Benner.
Sebab lain dari ketidaksesuaian hasil penelitian di masa lampau adalah ditemukannya senyawa perklorat di tanah Mars oleh misi-misi setelahnya, seperti pendarat Phoenix pada 2008. Perklorat dapat merusak dan menghancurkan bahan organik ketika dipanaskan dalam proses pengetesan sampel oleh instrumen GCMS Viking. Hal ini memicu dugaan pemanasan tanah saat penelitian justru memusnahkan jejak organik nan hendak dicari.
Ketidakpastian Hasil Eksperimen
Di sisi lain, tidak semua peneliti sepakat dengan klaim ditemukannya mikroba tersebut. Eksperimen lain nan dirancang untuk mendeteksi metabolisme mikroba memang sempat menunjukkan reaksi kimia awal nan positif. Namun, penambahan nutrisi tahap kedua dalam pengetesan tersebut tidak menunjukkan respons lanjutan.
Eksperimen nan tidak menunjukkan reaksi berkepanjangan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peneliti. Beberapa intelektual menduga reaksi awal nan terdeteksi bukan disebabkan oleh aktivitas biologis, melainkan respons kimia dari tanah Mars nan sangat oksidatif.
Hingga kini, perdebatan mengenai info Viking 1 tetap menjadi salah satu topik paling bergerak dalam astrobiologi. Hasil penelitian tersebut terus menjadi landasan krusial bagi misi eksplorasi Mars modern dalam melacak potensi kehidupan di masa lampau maupun masa kini. (Space/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·