Ilustrasi arkeolog.(Pixabay)
UNTUK pertama kalinya, para arkeolog sukses mengungkap identitas seorang astronom dan matematikawan dari peradaban Maya antik nan hidup lebih dari 1.200 tahun lalu. Penemuan ini berasal dari situs arkeologi Xultun di Guatemala dan menjadi tonggak krusial lantaran mengaitkan pencapaian ilmiah bangsa Maya dengan sosok perseorangan nan namanya dapat diidentifikasi.
Nama nan Tersembunyi Selama Berabad-abad
Astronom tersebut diketahui berjulukan Sak Tahn Waax, nan hidup sekitar tahun 781 Masehi. Namanya ditemukan melalui kajian prasasti hieroglif nan menghiasi tembok sebuah ruangan di kompleks Xultun. Ruangan itu sebelumnya dikenal sebagai tempat ditemukannya tabel astronomi Maya tertua nan tetap memperkuat hingga kini.
Selama ini, peradaban Maya dikenal mempunyai keahlian luar biasa dalam bagian astronomi, matematika, dan penyusunan kalender. Namun, para intelektual nan berada di kembali beragam pencapaian tersebut nyaris selalu anonim. Penemuan nama Sak Tahn Waax menjadi pertama kalinya seorang intelektual Maya dapat diidentifikasi secara langsung.
Ahli Pergerakan Venus dan Mars
Berdasarkan isi prasasti, Sak Tahn Waax mempelajari pergerakan planet Venus dan Mars serta melakukan kalkulasi almanak nan sangat kompleks. Pengamatannya membantu menyusun siklus waktu nan digunakan masyarakat Maya untuk beragam keperluan, mulai dari pertanian, aktivitas keagamaan, hingga pemerintahan.
Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa astronomi Maya bukan sekadar pengamatan langit, melainkan pengetahuan nan dipadukan dengan matematika presisi tinggi dan sistem penanggalan nan maju untuk zamannya.
Mengubah Cara Pandang tentang Ilmu Pengetahuan Maya
Para peneliti menilai penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai tradisi ilmiah masyarakat Maya. Selama berabad-abad, pencapaian astronomi mereka dipandang sebagai hasil kolektif tanpa diketahui siapa penyusunnya. Kini, keberadaan Sak Tahn Waax membuktikan bahwa para intelektual Maya juga memperoleh pengakuan atas karya intelektual mereka.
Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengetahuan ilmiah di bumi Maya diwariskan dan dikembangkan oleh individu-individu nan mempunyai skill khusus. Dengan terungkapnya identitas Sak Tahn Waax, para arkeolog berambisi penelitian terhadap prasasti dan mural Maya lainnya dapat mengungkap lebih banyak tokoh intelektual nan selama ini tersembunyi dalam sejarah. (Sumber: Times of India/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·