AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Usai Perselisihan Pemilu

1 jam yang lalu 2
AS Cabut Visa Duta Besar Brasil Usai Perselisihan Pemilu Hubungan diplomatik AS dan Brasil makin tegang setelah AS mencabut visa Dubes Maria Luiza Ribeiro Viotti akibat tindakan saling balas visa menjelang pemilu.(Media Sosial X)

AMERIKA Serikat mencabut visa Duta Besar Brasil untuk Washington, Maria Luiza Ribeiro Viotti. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan diplomatik antara kedua negara menjelang penyelenggaraan pemilihan umum di Brasil.

Pencabutan visa terhadap Maria Luiza Ribeiro Viotti dilakukan setelah pemerintah Brasil menolak memberikan visa kepada dua pejabat Departemen Luar Negeri AS nan berencana mengunjungi Brasil bulan lalu. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menuduh para pejabat AS tersebut beriktikad "mencampuri" pemilu Brasil, sebuah tuduhan nan disebut AS sebagai perihal nan "tidak berdasar".

Seorang pejabat AS menyatakan keputusan ini tidak berfaedah Dubes Brasil diusir dari AS. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut tindakan tersebut sebagai "tindakan balasan".

"Kami berkomunikasi secara terus-menerus dengan pemerintah Brasil selama berminggu-minggu dan telah memberikan setiap kesempatan kepada pemerintah Brasil untuk melakukan perihal nan benar, namun mereka terus menunda dan mengaburkan masalah," ujar ahli bicara Departemen Luar Negeri AS.

Pihak Departemen Luar Negeri AS menambahkan bahwa meski tindakan ini tidak berfaedah Viotti dilarang masuk ke AS, "opsi diplomatik tambahan tetap ada di atas meja."

Perselisihan ini dipicu rencana kunjungan dua pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, Riley M Barnes dan Samuel Samson, pada akhir Juli untuk membahas kebebasan berekspresi, beragama, serta integritas pemilu. Keduanya juga dijadwalkan berjumpa dengan kandidat sayap kanan Flávio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro.

Flávio Bolsonaro sebelumnya sempat mempertanyakan keandalan mesin pemungutan bunyi elektronik Brasil di hadapan para diplomat. Meski klaim tersebut telah ditolak oleh Mahkamah Agung Pemilu Brasil, pemerintah Brasil cemas kehadiran delegasi AS bakal menimbulkan keraguan tanpa dasar terhadap pemilu.

Dalam pernyataannya kepada BBC, Kepresidenan Republik Brasil menegaskan bahwa argumen AS mencabut visa utusannya adalah "palsu". Pihaknya menilai rencana kunjungan pejabat AS tersebut merupakan "upaya nan tidak dapat diterima untuk mencampuri proses politik dalam negeri."

Di sisi lain, pemerintah Brasil juga belum memberikan persetujuan terhadap Daniel Perez, calon Duta Besar AS untuk Brasil nan ditunjuk Presiden AS Donald Trump. Pemerintah Brasil menyampaikan kepada BBC bahwa mereka mematuhi norma internasional dan permohonan untuk Perez tetap dalam proses peninjauan. (BBc/Z-2)

Selengkapnya