Tidak Ada Superman di Piala Presiden 2026, yang Ada Superteam Indonesia

1 jam yang lalu 4
Tidak Ada Superman di Piala Presiden 2026, nan Ada Superteam Indonesia Momen pertandingan semifinal Piala Presiden antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8)(Media Piala Presiden 2026)

DALAM bumi fiksi, sosok Superman datang sebagai pahlawan tunggal berjubah biru nan sanggup membereskan segala kekacauan sendirian. Namun, lapangan hijau tidak pernah dirancang untuk seorang pahlawan tunggal. Lapangan hijau adalah panggung bagi kolektivitas.

Pandangan itu selaras dengan pesan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menjelang bergulirnya laga semifinal.

"Tidak ada Superman, nan ada adalah Superteam," kata Ara, sapaan akrabnya, di Surabaya, Minggu (2/8).

Pesan tersebut dialamatkan kepada seluruh komponen nan terlibat yaitu, penyelenggara, abdi negara keamanan, suporter, klub, pelaku UMKM, hingga sponsor.

Sebuah Superteam tidak dibentuk oleh satu alias dua bintang di atas rumput hijau, melainkan oleh keselarasan empat pilar utama. Pertama, pemain nan bertanding dan menjunjung tinggi fair play. Kedua, wasit dan perangkat pertandingan nan memimpin dengan integritas serta ketegasan nan adil. Ketiga, penyelenggara nan mengedepankan keselamatan. Keempat, suporter nan dewasa menerima hasil akhir dan sanggup menahan diri dari tindakan anarkis.

Jika salah satu pilar ini retak, runtuhlah bangunan Superteam tersebut. Oleh lantaran itu, keputusan panitia penyelenggara menggelar laga semi final ke Bali serta tidak adanya penonton dipahami bukan sebagai corak pembatasan. Panitia melakukan langkah protektif untuk menjaga agar ekosistem 'Superteam' ini tetap utuh.

"Keselamatan penonton dan suporter jadi topik utama. Saya, Pak Arya (Arya Sinulingga, Exco PSSI) dan seluruh tim kepanitiaan, kami selalu beranggapan bahwa menonton bola itu kudu aman," kata Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026 Tsamara Amany di Jakarta, Senin (3/8) soal argumen panitia tak menjual tiket untuk penonton umum.

Tsamara menegaskan bahwa keselamatan penonton merupakan prioritas utama demi mencegah hal-hal nan tidak diinginkan. Atas argumen itu pula, tiket sengaja tidak dijual ke publik dan letak pertandingan digeser ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui unggahan di akun IG pribadinya turut menegaskan bahwa sepak bola kudu menjadi wadah pemersatu.

"4 klub legendaris. 4 pedoman suporter besar. Satu langkah menuju final Piala Presiden. Persija Jakarta vs Persib Bandung. Arema FC vs Persebaya Surabaya. Rivalitas di lapangan boleh panas, tetapi rasa hormat dan rasa kondusif antar suporter kudu selalu menang di tribun. Rivalitas boleh menciptakan cerita, tapi sepak bola kudu selalu menyatukan kita semua," tulis Erick di IG pribadinya.

Momen keakraban Bonek dan The Jakmania pada laga pembuka Piala Presiden 2026 Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Dok: Persija.id

Kedewasaan di Luar Stadion

Pertemuan empat tim pada laga semifinal, Selasa (4/8) tidak kudu mengikis persatuan. Persib tidak bakal pernah mempunyai El Clásico tanpa kehadiran Persija. Persebaya tidak bakal pernah menemukan panggung Derbi nan legendaris tanpa keberadaan Arema.

Piala Presiden 2026 menyajikan kesempatan emas bagi sepak bola nasional untuk menunjukkan kematangannya. Dari Pulau Dewata, rivalitas panas cukup berjalan 90 menit di lapangan. Setelah peluit panjang berbunyi, semua kembali bersatu.

Persatuan tidak lagi diukur dari seberapa padat tribun stadion terisi, melainkan dari gimana ruang-ruang nonton bareng (nobar) di Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Malang dihiasi rasa persaudaraan dan narasi tenteram di media sosial.

Sejumlah organisasi suporter maupun pemerintah wilayah kompak menggelar nobar di wilayah masing-masing. Di Jakarta, aktivitas nobar pertandingan Persija vs Persib digelar di sejumlah titik termasuk di laman Kantor Kelurahan Tanjung Duren Selatan. 

Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji, mengungkapkan bahwa aktivitas nobar menjadi sarana membangun komunikasi dan hubungan positif antara aparatur dengan masyarakat, khususnya kalangan pemuda pecinta sepak bola. Selama pertandingan berlangsung, para penduduk mengikuti aktivitas dengan tertib dan menjunjung tinggi sportivitas. Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyediakan ruang obrolan santuy dan doorprize.

Acara nobar pertandingan Persija vs Persib di laman Kantor Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Dok. jakarta.go.id

Industri Sehat Berbasis Kepercayaan

Kedewasaan nan ditunjukkan para suporter serta agunan keamanan pertandingan ini berbanding lurus dengan kebangkitan sisi industri sepak bola tanah air. Piala Presiden bukan lagi sekadar arena pramusim penyegar dahaga kompetisi, melainkan panggung tata kelola nan kian profesional.

Hingga berakhirnya babak penyisihan grup, Piala Presiden 2026 sukses menghimpun biaya sponsor sebesar Rp70 miliar. "Mainnya tidak sampai 2 minggu. Tapi sponsornya mungkin mendekati Rp100 miliar," ungkap Maruarar Sirait. Capaian positif ini mendorong panitia mengumumkan kenaikan bingkisan bagi juara pertama turnamen, dari semula Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar.

Sementara itu, Direktur Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap Piala Presiden 2026 terus meningkat. Itu tercermin dari lonjakan rating siaran turnamen pramusim tersebut nan melampaui jenis tahun lalu.

Harsiwi menyebut rata-rata rating Piala Presiden 2026 mencapai 4,2 dengan audience share 23,9, alias meningkat sekitar 15 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Menurutnya, pertandingan dengan jumlah penonton televisi tertinggi sejauh ini adalah duel Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta, nan mencatatkan rating hingga 7 persen.

"Itu artinya sekitar 7 persen masyarakat Indonesia menyaksikan pertandingan tersebut. Laga Persebaya melawan Persija menjadi pertandingan dengan rating tertinggi sampai saat ini," lanjutnya.

Lonjakan nomor kepemirsaan nan berbanding lurus dengan nilai sponsor nan menembus Rp70 miliar ini membuktikan ketika sepak bola dikelola dengan transparan dan menjunjung sportivitas, dia mempunyai daya magnet nan bisa mengerakkan roda ekonomi sekaligus merekatkan persatuan nasional.

"Piala Presiden punya prinsip value-nya adalah kepercayaan. nan paling penting, dari keuangannya transparan. Uang masuk jelas. Uang keluar juga. Diaudit oleh PwC," kata Maruarar.

Persib vs Persebaya, Siapa Juara?

Kepercayaan publik dan antusiasme industri nan terbangun tinggi itu akhirnya bermuara pada laga krusial di atas lapangan. Rangkaian semi final Piala Presiden 2026 nan digelar Selasa (4/8) menjadi pembuktian kualitas kompetisi. Persib Bandung memastikan langkah ke partai puncak usai menundukkan Persija Jakarta 2-1, dan bakal ditantang Persebaya Surabaya nan sukses menghentikan perlawanan Arema FC 1-0.

Saat peluit panjang tanda berakhirnya Piala Presiden 2026 dibunyikan nanti, trofi juara memang hanya bakal diangkat oleh satu klub. Namun, jika sepanjang turnamen ini semua pihak sukses merawat kedamaian, menjunjung sportivitas, dan mengikis kebencian antar-suporter, maka pemenang sejati dari turnamen ini bukanlah satu tim saja.

Piala mungkin milik sang juara, namun kemenangan sejati adalah milik Superteam berjulukan Indonesia.

(P-4)

Selengkapnya