Jet tempur F-35 US Air Force.(ANTARA/Anadolu)
AMERIKA Serikat mengerahkan jet tempur generasi kelima F-35, serta jet tempur F-16, dari Eropa ke Timur Tengah di tengah eskalasi bentrok dengan Iran.
Laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa pergerakan armada udara ini dilakukan secara masif untuk mengisi garis depan pertempuran. Skuadron jet tempur F-16 diterbangkan langsung dari Pangkalan Udara Spangdahlem di Jerman, sementara armada jet siluman generasi kelima F-35 dipindahkan dari Pangkalan Udara Lakenheath di Inggris.
Selain itu, Pentagon juga mengerahkan sejumlah pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara ke wilayah tersebut untuk memastikan jet-jet tempur Amerika mempunyai radius dan lama operasi nan panjang selama pemboman berlangsung.
Pengerahan kekuatan udara skala besar ini merupakan penerapan dari maklumat Centcom nan menyatakan militer AS memulai serangan udara baru. Operasi strategis ini diluncurkan guna mengamankan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz sekaligus memberikan jawaban terhadap pasukan Korps Garda Revolusi Islam nan meluncurkan serangan mematikan terhadap personel militer Amerika di Yordania dan Kuwait pada malam sebelumnya.
Pada malam sebelum 18 Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani memorandum resmi nan bermaksud untuk mengakhiri bentrok bersenjata nan telah pecah sejak 28 Februari. Kesepakatan tenteram tersebut sayangnya tidak memperkuat lama.
Ketegangan kembali menyala sejak 8 Juli ketika militer AS melancarkan beberapa serangan sepihak, nan diklaim sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal jual beli internasional nan melintasi Selat Hormuz. Menyusul tudingan kembali dari Teheran bahwa Amerika Serikat telah melanggar traktat perdamaian, Presiden AS secara terbuka mengumumkan pada 9 Juli bahwa traktat gencatan senjata tersebut resmi tidak bertindak lagi.
Merespons pembatalan sepihak tersebut, militer Iran membalasnya secara garang dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah menggunakan drone kamikaze dan rudal balistik. Kini, kehadiran jet F-35 dari Inggris dan F-16 dari Jerman diproyeksikan bakal langsung mengambil peran sentral dalam gelombang serangan udara baru nan tengah membombardir sejumlah objek vital di daratan Iran.
(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·