Atasi Korupsi Kepala Daerah, Mendagri Minta Parpol Perkuat Sekolah Kepartaian

59 menit yang lalu 3
Atasi Korupsi Kepala Daerah, Mendagri Minta Parpol Perkuat Sekolah Kepartaian Mendagri Tito Karnavian.(dok.MI)

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta partai politik (parpol) memperkuat peran sekolah kepartaian dan memberikan pengarahan teknis sebelum mengusung calon kepala daerah. Tito menilai, penguatan kapabilitas awal sangat krusial agar para kepala wilayah memahami tata kelola birokrasi, penyusunan APBD, hingga pengelolaan finansial wilayah secara akuntabel. Menurutnya, pemahaman teknis ini krusial untuk mencegah kepala wilayah dimanfaatkan alias dimanipulasi oleh oknum bawahannya.

"Ini partai-partai nan betul-betul sekolah partainya diperkuat. Begitu mendorong calon, sebelum mendorong calon tolonglah dibuat training dulu. Mungkin pengarahan teknis kami siap untuk diundang, Mendagri, KPK, alias nan lain-lain agar dia mengerti mengenai birokrasi, gimana mengatur keuangan, membikin APBD, agar tidak dibohongi sama stafnya," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7).

Selain pengarahan teknis sebelum mencalonkan diri, mantan Kapolri ini juga mengusulkan adanya program penyegaran dan pembekalan berkala setiap enam bulan sekali bagi kepala wilayah nan telah terpilih dan menjabat. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap memfasilitasi training tersebut melalui lembaga pendidikan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Tito mengibaratkan skema pengembangan kapabilitas ini seperti jenjang pendidikan berjenjang di tubuh TNI dan Polri, di mana setiap kenaikan pangkat dan kedudukan selalu dibarengi dengan pendidikan kepemimpinan. "Setelah itu mungkin bisa juga kami siap per 6 bulan sekali mereka ada penyegaran, entah di IPDN alias BPSDM kami punya lembaga-lembaga itu. Seperti TNI dan Polri itu tiap mau naik pangkat jenjang sekolah. Mau jadi Kapolres sekolah, mau jadi Kapolda sekolah lagi, mau jadi perwira tinggi sekolah lagi," jelasnya. (Faj/P-3)

Selengkapnya