Atasi Macet Canggu, Pemkab Badung Siapkan Opsi Transportasi Water Taxi

1 hari yang lalu 4
Atasi Macet Canggu, Pemkab Badung Siapkan Opsi Transportasi Water Taxi Ilustrasi taksi air untuk di Bali.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Badung tengah menyiapkan langkah inovatif untuk mengatasi persoalan kemacetan nan kian kronis di area pariwisata Canggu. Salah satu opsi nan disiapkan adalah penyediaan transportasi water taxi alias taksi air.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyatakan bahwa penemuan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kepercayaan visitor terhadap sektor pariwisata Bali. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7/2026).

“Ada beberapa titik letak nan memang menjadi akses kemacetan selama ini di Bali, contohnya akses kami menuju Canggu. Saya kira penemuan ini memang menjadi satu perihal nan mendesak sehingga itu bakal menjadi satu kepercayaan buat pariwisata kami,” ujar Adi Arnawa.

Dukungan Infrastruktur Jalan dan Anggaran Pusat

Selain moda transportasi air, Pemkab Badung juga mendorong pembangunan prasarana darat. Adi Arnawa mengharapkan support anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan jalan baru nan menghubungkan Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, langsung menuju area Canggu.

Menurutnya, tanpa adanya penambahan ruas jalan baru, beban kemacetan di wilayah tersebut bakal terus meningkat. “Karena kelihatannya jika itu tidak kami lakukan bakal menambah macet. Kami berambisi untuk upaya ini, jika bisa, pemerintah pusat ikut membantu,” tambahnya.

Penanganan Abrasi dan Keberlanjutan Pariwisata

Dalam kesempatan nan sama, Bupati Adi Arnawa turut memberikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas pemasangan penahan gelombang (breakwater) di area Pantai Kuta. Ia mengusulkan agar proyek penanggulangan pengikisan tersebut dapat dilanjutkan hingga ke pesisir Canggu.

Langkah-langkah strategis ini, baik di sektor transportasi maupun perlindungan pantai, dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata nan menjadi tulang punggung ekonomi wilayah tersebut.

“Kabupaten Badung sangat memerlukan pembangunan prasarana baru agar tidak ditinggalkan wisatawan,” tegas Adi Arnawa, seraya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan wilayah dalam pembangunan berkelanjutan.

Selengkapnya