Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay Diduga Diculik, Polisi Lakukan Penyelidikan

1 hari yang lalu 4
Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay Diduga Diculik, Polisi Lakukan Penyelidikan ilustrasi(MI)

Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki laporan dugaan penculikan nan menimpa atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat korban sedang menghadiri aktivitas seremoni ulang tahun keluarganya di sebuah restoran di area Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi mengenai dugaan penculikan tersebut. Saat ini, kepolisian tetap melakukan pendalaman intensif.

"Saat ini tetap kami dalami untuk memastikan seluruh kebenaran nan terjadi," ujar Roby dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Laporan tersebut telah teregistrasi dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Penyidik tetap terus mengumpulkan fakta-fakta serta perangkat bukti di lapangan guna mengungkap kebenaran dari laporan tersebut.

Kronologi Kejadian

Kuasa norma family korban, Andi Darti, menjelaskan bahwa dugaan penculikan terjadi pada Senin (13/7) sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita, Mangga Besar. Berdasarkan keterangan saksi nan dihimpun pihak pelapor, peristiwa berjalan sangat sigap sesaat sebelum aktivitas ulang tahun dimulai.

Korban diduga didatangi oleh dua laki-laki bertubuh besar, matanya ditutup, lampau dibawa paksa menuju sebuah mobil berwarna hitam. "Korban sempat berteriak meminta tolong dan berupaya keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ungkap Andi.

Sejak kejadian itu, Jesslyn dilaporkan lenyap kontak. Pihak family maupun rekan-rekannya tidak dapat menghubungi korban, dan telepon seluler milik korban juga tidak dapat diakses.

Penelusuran Polisi

Andi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak sigap dengan mendatangi letak kejadian (TKP) untuk meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga melakukan penelusuran ke beberapa titik nan diduga berangkaian dengan keberadaan korban.

Pihak pelapor juga menerima sejumlah info awal nan saat ini tetap memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh penyidik, di antaranya:

  • Dugaan korban melakukan perjalanan ke Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.
  • Sinyal perangkat telepon seluler milik korban nan sempat terdeteksi berada di area Puri Jimbaran.

Andi menegaskan bahwa seluruh info tersebut telah disampaikan kepada interogator untuk didalami secara profesional. "Kami berambisi Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," pungkasnya. (Ant/E-3)

Selengkapnya