Aturan Baru WTA: Petenis Putri Wajib Tes Genetik Jenis Kelamin

1 hari yang lalu 4
 Petenis Putri Wajib Tes Genetik Jenis Kelamin ilustrasi(WTA)

ASOSIASI Tenis Putri (WTA) resmi memberlakukan izin baru berupa tanggungjawab tes genetik jenis kelamin bagi seluruh atlet nan bakal bertanding di panggung WTA Tour mulai Selasa (21/7).

Kebijakan terbaru mengenai kepantasan pemain putri itu mengharuskan atlet menyerahkan sampel usap pipi, darah, alias air liur untuk mendeteksi keberadaan gen SRY, nan merupakan bagian dari kromosom Y dan berkedudukan dalam perkembangan karakter biologis laki laki.

Tes tersebut hanya dilakukan satu kali seumur hidup. Hanya pemain dengan hasil negatif, nan menunjukkan tidak adanya gen SRY, nan diizinkan berkompetisi di WTA Tour.

Apabila hasil tes menunjukkan keberadaan gen tersebut, pemain bakal menjalani penilaian medis lebih lanjut sebelum diputuskan kelayakannya untuk bertanding.

Dalam kebijakan baru itu, WTA juga mewajibkan setiap pemain menandatangani arsip nan menyatakan mereka dapat dikenai tindakan disipliner andaikan menolak menjalani tes.

Sebelumnya, patokan WTA nan terakhir diperbarui pada 2024 tetap mengizinkan wanita transgender bertanding di WTA Tour dengan syarat kadar testosteron mereka berada di bawah 2,5 nmol/L secara berkepanjangan selama dua tahun terakhir.

Saat ini tidak ada wanita transgender nan diketahui berkompetisi di WTA Tour.

"Kebijakan kepantasan pemain putri WTA dirancang untuk mendorong kesempatan atletik nan setara dalam tenis ahli putri serta menjaga persaingan nan setara bagi seluruh pemain nan mengikuti turnamen WTA," demikian pernyataan WTA dikutip dari BBC.

WTA menambahkan bahwa sejak pertama kali diberlakukan pada 1975, kebijakan tersebut telah ditinjau secara berkala seiring perkembangan olahraga internasional.

"Setelah peninjauan terbaru, nan mencakup konsultasi dengan personil WTA serta mempertimbangkan perkembangan standar di olahraga putri, majelis WTA menyetujui pembaruan kebijakan kepantasan pemain putri mulai 2026 nan didasarkan pada jenis kelamin biologis," tulis WTA.

WTA juga menegaskan bahwa perubahan kebijakan itu bakal diterapkan dengan tetap menghormati seluruh pemain.

"WTA menyadari bahwa rumor ini berkarakter sensitif dan kompleks serta berkomitmen memperlakukan seluruh pemain dengan terhormat dan menerapkan kebijakan tersebut secara penuh rasa hormat dan bijaksana."

Perubahan kebijakan itu diumumkan setahun setelah World Athletics menerapkan patokan baru pada September 2025 nan mewajibkan atlet nan mau berkompetensi di kategori putri pada kejuaraan pemeringkatan bumi menjalani tes gen satu kali.

World Boxing juga mengesahkan penggunaan tes SRY pada Mei 2025 melalui penerapan tes jenis kelamin wajib bagi seluruh atlet nan mau bertanding di kategori putri.
(P-4)

Selengkapnya